Emil: Program OPOP Jadi Lokomotif Ekonomi Keumatan di Jabar
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 16 Desember 2021 - 19:30 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri Temu Bisnis dan Penyerahan Modal Usaha Pesantren Juara OPOP di Ponpes Daarut Tauhiid, Kota Bandung, Kamis (16/12/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, program One Pesantren One Product (OPOP) menjadi lokomotif dalam meningkatkan ekonomi keumatan di Jabar. Emilmenilai program OPOP dapat memberikan banyak dampak positif dalam menghadirkan kesejahteraan bagi pesantren.
"Alhamdulillah, perkembangan sangat baik. Sampai hari ini, dalam tiga tahun, naik rata-rata hampir 1.000-an. Total sekarang sudah 2.500-an dan terus akan kita tingkatkan. Yang terbaik kita beri apresiasi dan juga untuk menjadi pembina," kata Emil dalam keterangannya usai menghadiri Temu Bisnis dan Penyerahan Modal Usaha Pesantren Juara OPOP di Ponpes Daarut Tauhiid, Kota Bandung, Kamis (16/12/2021).
Emil berharap peningkatan ekonomi keumatan disertai dengan penurunan kasus COVID-19. Selain itu, ia juga berharap kebangkitan dan pemulihan ekonomi dapat terakselerasi pada 2022, salah satunya melalui pesantren.
Baca Juga:Muhammad Rozi, Santri yang Mampu Hafal Quran dalam 10 Pekan
"Covid-19 sedang surut, kita pertahankan. Sehingga nanti 2022 pada mayoritas pembangkitan ekonomi. Salah satunya, ekonomi pesantren ini. Salah satu teladannya Daarut Tauhiid dan sebenarnya model OPOP ini datang dari pengembangan bisnis di DT," ucapnya.
Emil mengatakan, OPOP juga mendorong seluruh pesantren untuk meningkatkan kualitas produk. Bahkan, pasarnya sudah tidak lagi hanya regional dan nasional, tetapi juga mulai go international, salah satunya adalah ekspor jengkol dan produk fashion ke Uni Emirat Arab.
Baca Juga:Menjadi Guru Ala Rasulullah, Mengajar dengan Hati dan Pandangan Kasih Sayang
"Alhamdulillah, perkembangan sangat baik. Sampai hari ini, dalam tiga tahun, naik rata-rata hampir 1.000-an. Total sekarang sudah 2.500-an dan terus akan kita tingkatkan. Yang terbaik kita beri apresiasi dan juga untuk menjadi pembina," kata Emil dalam keterangannya usai menghadiri Temu Bisnis dan Penyerahan Modal Usaha Pesantren Juara OPOP di Ponpes Daarut Tauhiid, Kota Bandung, Kamis (16/12/2021).
Emil berharap peningkatan ekonomi keumatan disertai dengan penurunan kasus COVID-19. Selain itu, ia juga berharap kebangkitan dan pemulihan ekonomi dapat terakselerasi pada 2022, salah satunya melalui pesantren.
Baca Juga:Muhammad Rozi, Santri yang Mampu Hafal Quran dalam 10 Pekan
"Covid-19 sedang surut, kita pertahankan. Sehingga nanti 2022 pada mayoritas pembangkitan ekonomi. Salah satunya, ekonomi pesantren ini. Salah satu teladannya Daarut Tauhiid dan sebenarnya model OPOP ini datang dari pengembangan bisnis di DT," ucapnya.
Emil mengatakan, OPOP juga mendorong seluruh pesantren untuk meningkatkan kualitas produk. Bahkan, pasarnya sudah tidak lagi hanya regional dan nasional, tetapi juga mulai go international, salah satunya adalah ekspor jengkol dan produk fashion ke Uni Emirat Arab.
Baca Juga:Menjadi Guru Ala Rasulullah, Mengajar dengan Hati dan Pandangan Kasih Sayang