home sosok muslim

Profil Gus Baha, Santri Kesayangan KH Maimoen Zubair

Ahad, 19 Desember 2021 - 12:00 WIB
Gus Baha. Foto: PWMU.CO.
Kiai Haji (KH) Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha merupakan merupakan santri kesayangan tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimoen Zubair. Ia dikenal dekat dengan gurunya dan selalu mendampinginya dalam berbagai kesempatan.

Di usiaya yang masih muda, Gus Baha mampu menghafal al-Qur'an 30 juz. Menjelang usia remaja, ayahnya KH Nursalim al-Hafizh menitipkan Gus Baha untuk mondok dan berkhidmat kepada KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Sarang Rembang, Jawa Timur.

Di Pesantren Al-Anwar keilmuan Gus Baha mulai menonjol seperti ilmu hadits, fikih, dan tafsir. Dalam ilmu hadis, Gus Baha mampu mengkhatamkan hafalan Sahih Muslim lengkap dengan matan, rawi, dan sanadnya. Selain Sahih Muslim beliau juga mengkhatamkan dan hafal isi kitab Fathul Mu'in dan kitab-kitab gramatika bahasa arab seperti 'Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.

Baca Juga:Gus Baha Sebut Santri Bisa Didik Profesor tapi Profesor Banyak Kesulitan Tanamkan Akhlak

Dalam beberapa kesempatan ceramah Gus Baha selalu bersikap rendah hati terhadap yang lebih senior darinya. Pria kelahiran Rembang, 29 September 1970 itu juga dikenal sederhana. Dalam berpakaian ia seringkali hanya mengenakan kemaja putih, peci hitam, dan kain sarung; pakaian khas santri. Ilmu dan kesederhanaan itu membuatnya dikagumi banyak orang.

Putra dari pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an LP3IA KH Nursalim al-Hafizh itu merupakan santri tulen yang berlatar belakang non-formal dan non gelar. Walaupu begitu, Ia diberi keistimewaaan sebagai Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Baca Juga:Tak Hanya Ajarkan Kesederhanaan, di Pesantren Juga ada Guyon Ilmiah
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
gus baha kh maimoen zubair santri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya