Profil Said Aqil Siradj, Tokoh Muslim Berpengaruh Urutan 19
Jaja Suhana
Ahad, 19 Desember 2021 - 12:25 WIB
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Foto: Hops.id.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj terpilih menjadi tokoh muslim berpengaruh di dunia pada urutan ke-19 dari 500 orang. Survey itu dikeluarkan The Royal Islamic Strategic Studies Center yang berlokasi di Yordania.
Pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 silam itu kembali dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU setelah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Said Aqil akan dipilih dalam Muktamar (Nahdllatul Ulama) NU ke-34 yang dilaksanakan pada 22-23 Desember 2021 di Lampung.
Putra kedua dari KH Aqiel Siradj dan Hj Afifah Harun itu menjadi calon kuat di antara tiga nama tokoh NU lain, yakni KH Yahya Cholil Tsaquf, KH Marzuki Mustamar, dan Gus Baha.
Baca Juga:Muktamar Ke-34 NU, M Nuh: Fokus Bahas Fondasi NU 100 Tahun Kedua
Sebagai Ketua Umum PBNU Said Aqil juga menjadi Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur As-Tsaqafah, Jakarta selatan.
Saat muda, Said Aqil pernah belajar di Ponpes KHAS Kempek, Cirebon, pimpinan ayahnya. Kemudian Ponpes Lirboyo, Kediri dan Ponpes Al Munawwir, Bantul.
Baca Juga:Muktamar Ke-34 NU Tetap Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung
Pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 silam itu kembali dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU setelah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Said Aqil akan dipilih dalam Muktamar (Nahdllatul Ulama) NU ke-34 yang dilaksanakan pada 22-23 Desember 2021 di Lampung.
Putra kedua dari KH Aqiel Siradj dan Hj Afifah Harun itu menjadi calon kuat di antara tiga nama tokoh NU lain, yakni KH Yahya Cholil Tsaquf, KH Marzuki Mustamar, dan Gus Baha.
Baca Juga:Muktamar Ke-34 NU, M Nuh: Fokus Bahas Fondasi NU 100 Tahun Kedua
Sebagai Ketua Umum PBNU Said Aqil juga menjadi Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur As-Tsaqafah, Jakarta selatan.
Saat muda, Said Aqil pernah belajar di Ponpes KHAS Kempek, Cirebon, pimpinan ayahnya. Kemudian Ponpes Lirboyo, Kediri dan Ponpes Al Munawwir, Bantul.
Baca Juga:Muktamar Ke-34 NU Tetap Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung