home edukasi & pesantren

4 Sebab Maraknya Kekerasan di Dunia Pendidikan

Kamis, 23 Desember 2021 - 06:06 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Institusi pendidikan semestinya bisa jadi ruang aman bagi peserta didik. Namun ironisnya tak sedikit institusi pendidikan justru jadi tempat peserta didik mendapatkan kekerasan.

Sekretaris Umum Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, menyoroti kekerasan di dunia pendidikan beberapa bulan terakhir. Mulai dari kekerasan seksual di berbagai sekolah dan kampus. Maupun kekerasan fisik hingga perundingan yang juga kerap terjadi.

Kekerasan itu menjadi paradoks. Sebab, dunia pendidikan merupakan tempat membangun peradaban. Guru harus menjadi figur teladan bagi setiap murid agar lembaga pendidikan menjadi tempat aman dari kekerasan.

Dari sudut moralitas, kata Mu'ti, dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Kekerasan yang terus berulang bukan masalah sederhana. Dia menjabarkan beberapa akar masalah kekerasan tersebut. Di antaranya:

1. Pergeseran Orientasi Pendidikan

Masalah bermuara pada pergeseran orientasi pendidikan yang menekankan pada aspek knowledge and skills acquisition secara berlebihan. Pembentukan karakter utama dan akhlak mulia belum mendapatkan perhatian semestinya.

"Pendekatan pendidikan masih examination ridden, murid dituntut menguasai materi sesuai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan memenuhi skor minimal satuan pendidikan," kata Mu'ti, di kolom opini Republika.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
lembaga pendidikan pendidikan kekerasan abdul mu’ti
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya