Akses Permodalan BWM, Berdayakan Masyarakat dan Ekonomi
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 24 Desember 2021 - 10:00 WIB
Wapres Makruf Amin saat berjumpa pelaku usaha ultra mikro. Foto: Setwapres
Dalam kunjungan kerjanya ke Lampung, Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah meresmikan Program Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Muhammadiyah Sabilil Muttaqien.
Usai kegiatan itu, dia meninjau beberapa stan nasabah BWM dan produk KUR di halaman Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Kamis (23/12).
“Ini merupakan peresmian Bank Wakaf Mikro ke-62 dan merupakan upaya memberdayakan masyarakat, terutama di pondok-pondok pesantren," ujarnya.
Baca juga: Wapres: Bank Wakaf Mikro Mendukung Ekosistem Ekonomi Syariah
Ma'ruf berharap, para pelaku UMKM yang telah mendapat akses permodalan BWM, dapat terus mengembangkan usahanya. Sehingga nantinya mampu memberikan kesejahteraan bagi pelaku usaha tersebut dan lingkungan sekitarnya.
"Artinya, masyarakat ultra mikro perlu mengembangkan usahanya, sekaligus menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor keuangan mikro,” jelasnya.
Dalam tinjauan itu, para pelaku UMKM antusias menyambut kedatangan Ma'ruf dan menunggu kesempatan untuk mendeskripsikan produk mereka.
Usai kegiatan itu, dia meninjau beberapa stan nasabah BWM dan produk KUR di halaman Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Kamis (23/12).
“Ini merupakan peresmian Bank Wakaf Mikro ke-62 dan merupakan upaya memberdayakan masyarakat, terutama di pondok-pondok pesantren," ujarnya.
Baca juga: Wapres: Bank Wakaf Mikro Mendukung Ekosistem Ekonomi Syariah
Ma'ruf berharap, para pelaku UMKM yang telah mendapat akses permodalan BWM, dapat terus mengembangkan usahanya. Sehingga nantinya mampu memberikan kesejahteraan bagi pelaku usaha tersebut dan lingkungan sekitarnya.
"Artinya, masyarakat ultra mikro perlu mengembangkan usahanya, sekaligus menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor keuangan mikro,” jelasnya.
Dalam tinjauan itu, para pelaku UMKM antusias menyambut kedatangan Ma'ruf dan menunggu kesempatan untuk mendeskripsikan produk mereka.