Virus Paling Berbahaya, Ini Pengertian dan Jenis-jenis Syirik
Fajar adhitya
Selasa, 04 Januari 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi. Foto: iStock.
Syirik merupakan virus paling berbahaya bagi keimanan seorang muslim. Syirik adalah kesesatan paling sesat dan dikategorikan sebagai dosa besar.
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya selama dia belum bertaubat sebelum meninggal.Syirik adalah dosa yang paling besar karena orang musyrik beriktikad dan memercayai bahwa Allah mempunyai sekutu dan tandingan yang sama derajatnya.
Kata syirik terbentuk dari kalimat fi’il madhi, syaraka, yang bermakna bersekutu dua orang dengan kedudukan yang sederajat. Kata syirik juga diadopsi menjadi bahasa Indonesia yang artinya penyekutuan terhadap Allah dengan yang lain.
Baca Juga:Ramai Fenomena Boneka Arwah, Ini Penjelasan Buya Yahya
Surat An Nisa ayat 48:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Arti: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya selama dia belum bertaubat sebelum meninggal.Syirik adalah dosa yang paling besar karena orang musyrik beriktikad dan memercayai bahwa Allah mempunyai sekutu dan tandingan yang sama derajatnya.
Kata syirik terbentuk dari kalimat fi’il madhi, syaraka, yang bermakna bersekutu dua orang dengan kedudukan yang sederajat. Kata syirik juga diadopsi menjadi bahasa Indonesia yang artinya penyekutuan terhadap Allah dengan yang lain.
Baca Juga:Ramai Fenomena Boneka Arwah, Ini Penjelasan Buya Yahya
Surat An Nisa ayat 48:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Arti: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.