Kemenag: Spirit Doll Bertentangan dengan Nilai Tauhid dan Kemanusiaan
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 07 Januari 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi spirit doll. Foto: Langit7/Istock
Belum genap satu pekan tahun 2022, Indonesia sudah dihampiri dengan fenomena yang cukup aneh. Di mana muncul tren spirit doll atau boneka arwah di tengah masyarakat.
Tren boneka arwah ini bahkan hingga dimiliki oleh beberapa figur publik. Di mana mereka mulai mengadopi sebuah boneka anak kecil dan dimomong selayaknya bayi manusia.
Seperti namanya, boneka arwah itu disebut telah dirasuki oleh arwah atau roh orang yang sudah meninggal. Hal paling mencengangkannya, bahkan di tahun 2022 ini ternyata sebagian masyarakat masih percaya dengan sesuatu yang bersifat mistis tersebut.
Baca juga: Boneka Arwah Kian Tersorot, Ini Kata Psikolog
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Fuad Nasar menegaskan, fenomena aneh itu bertentangan dengan nilai tauhid dan menurunkan nilai kemanusiaan.
“Mempercayai adanya unsur kekuatan gaib pada benda bikinan manusia atau benda alam, berarti menurunkan nilai kemuliaan manusia. Sebab, bertentangan dengan nilai tauhid sebagai asas keimanan kepada Allah Yang Maha Esa,” tegas Fuad dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1).
Dalam tinjauan moderasi beragama, lanjut dia, segala sesuatu yang merendahkan harkat, derajat, dan martabat kemanusian sebagai makhluk yang berakal harus dicegah.
Tren boneka arwah ini bahkan hingga dimiliki oleh beberapa figur publik. Di mana mereka mulai mengadopi sebuah boneka anak kecil dan dimomong selayaknya bayi manusia.
Seperti namanya, boneka arwah itu disebut telah dirasuki oleh arwah atau roh orang yang sudah meninggal. Hal paling mencengangkannya, bahkan di tahun 2022 ini ternyata sebagian masyarakat masih percaya dengan sesuatu yang bersifat mistis tersebut.
Baca juga: Boneka Arwah Kian Tersorot, Ini Kata Psikolog
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Fuad Nasar menegaskan, fenomena aneh itu bertentangan dengan nilai tauhid dan menurunkan nilai kemanusiaan.
“Mempercayai adanya unsur kekuatan gaib pada benda bikinan manusia atau benda alam, berarti menurunkan nilai kemuliaan manusia. Sebab, bertentangan dengan nilai tauhid sebagai asas keimanan kepada Allah Yang Maha Esa,” tegas Fuad dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1).
Dalam tinjauan moderasi beragama, lanjut dia, segala sesuatu yang merendahkan harkat, derajat, dan martabat kemanusian sebagai makhluk yang berakal harus dicegah.