Langit7, Jakarta - Belum genap satu pekan tahun 2022, Indonesia sudah dihampiri dengan fenomena yang cukup aneh. Di mana muncul tren
spirit doll atau boneka arwah di tengah masyarakat.
Tren boneka arwah ini bahkan hingga dimiliki oleh beberapa figur publik. Di mana mereka mulai mengadopi sebuah boneka anak kecil dan dimomong selayaknya bayi manusia.
Seperti namanya, boneka arwah itu disebut telah dirasuki oleh arwah atau roh orang yang sudah meninggal. Hal paling mencengangkannya, bahkan di tahun 2022 ini ternyata sebagian masyarakat masih percaya dengan sesuatu yang bersifat mistis tersebut.
Baca juga: Boneka Arwah Kian Tersorot, Ini Kata PsikologMenanggapi hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Fuad Nasar menegaskan, fenomena aneh itu bertentangan dengan nilai tauhid dan menurunkan nilai kemanusiaan.
“Mempercayai adanya unsur kekuatan gaib pada benda bikinan manusia atau benda alam, berarti menurunkan nilai kemuliaan manusia. Sebab, bertentangan dengan nilai tauhid sebagai asas keimanan kepada Allah Yang Maha Esa,” tegas Fuad dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1).
Dalam tinjauan moderasi beragama, lanjut dia, segala sesuatu yang merendahkan harkat, derajat, dan martabat kemanusian sebagai makhluk yang berakal harus dicegah.
Moderasi Beragama sendiri mengandung makna cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama. Dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan, berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
"
Spirit doll dan benda apapun tidak layak dipercayai membawa keberuntungan atau sebaliknya. Hobi mengoleksi boneka sebagai karya seni dan mainan boleh-boleh saja, tapi tidak boleh lebih dari itu," ujarnya.
Baca juga: Muhammadiyah: Adopsi Spirit Doll itu Syirik, Umat Harus Perkuat TauhidMenurutnya, mempercayai adanya unsur gaib dalam
spirit doll bisa mengarah pada perbuatan syirik. Manusia sebagai makhluk yang memiliki akal budi dan ilmu pengetahuan, tidak seyognyanya terjerumus ke dalam perilaku yang mengarah pada syirik, yakni menyekutukan Allah.
Al-Quran menegaskan agar manusia hanya takut dan berharap kepada Allah, bukan kepada sesama ciptaan-Nya. Apalagi benda yang dibuat oleh tangan manusia.
“Manusia tidak bisa menciptakan ruh atau nyawa, dan tidak bisa memberi atau memindahkannya kepada benda mati yang dibikin. Ruh atau arwah sepenuhnya urusan Allah dan sains modern tidak bisa menembusnya,” jelasnya.
Baca juga: Ustadz Muhammad Faizar: Spirit Doll itu seperti Berhala, Dihuni Jin(zul)