Rektor Unida Gontor: Peta Pendidikan Indonesia Harus Diperbaiki
Muhajirin
Rabu, 12 Januari 2022 - 19:59 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rektor Universitas Darussalam, Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, menilai Indonesia belum memiliki peta pendidikan yang berbasis ideologi bangsa, yakni ideologi Pancasila.
Salah satu penyebab utama dari masalah ini adalah sistem pendidikan selalu berubah tiap kali pergantian rezim di pemerintahan. Masing-masing menteri pendidikan membawa misi baru, sehingga tidak peta jelas yang bisa dijadikan patokan.
"Peta pendidikan berbasis ideologi pancasila sulit didapatkan. Buktinya adalah produk pendidik yang berbasis pancasila tidak menonjol," kata Hamid dalam Seminar Nasional Universitas Universitas Ahmad Dahlan secara virtual, dikutip kanal YouTube Persada UAD TV, Rabu (12/1/2022).
Peta pendidikan penanaman ideologi pancasila penting dilakukan. Ia mencontohkan negara Jepang yang memiliki satu hari khusus bagi para siswa dan guru membaca sejarah nasional. Hanya membaca saja di dalam kelas, tidak ada aktivitas lain.
"Itu salah satu cara menanamkan ideologi bangsa kepada anak. Yang diperlukan sebenarnya adalah bagaimana menjadikan Pancasila sebagai asas segala sesuatu. Segala sesuatu dalam konteks universitas, meletakkan pancasila dalam disiplin ilmu," kata Hamid.
Ilmu harus didasarkan pada worldview atau ideologi. Ideologi bangsa ini adalah Pancasila. Sementara, sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi, jati diri bangsa ini adalah bangsa berketuhanan.
"Karena bangsa ini bangsa berketuhanan, maka cara berpikir bangsa ini adalah berfikir teologis, berbasis pada keimanan kepada tuhan. Maka pikiran (ilmu) itu harus nyambung dengan ilmu, jadi pasti segala sesuatu berkaitan dengan Tuhan," ucap Guru Besar Filsafat Islam ini.
Salah satu penyebab utama dari masalah ini adalah sistem pendidikan selalu berubah tiap kali pergantian rezim di pemerintahan. Masing-masing menteri pendidikan membawa misi baru, sehingga tidak peta jelas yang bisa dijadikan patokan.
"Peta pendidikan berbasis ideologi pancasila sulit didapatkan. Buktinya adalah produk pendidik yang berbasis pancasila tidak menonjol," kata Hamid dalam Seminar Nasional Universitas Universitas Ahmad Dahlan secara virtual, dikutip kanal YouTube Persada UAD TV, Rabu (12/1/2022).
Peta pendidikan penanaman ideologi pancasila penting dilakukan. Ia mencontohkan negara Jepang yang memiliki satu hari khusus bagi para siswa dan guru membaca sejarah nasional. Hanya membaca saja di dalam kelas, tidak ada aktivitas lain.
"Itu salah satu cara menanamkan ideologi bangsa kepada anak. Yang diperlukan sebenarnya adalah bagaimana menjadikan Pancasila sebagai asas segala sesuatu. Segala sesuatu dalam konteks universitas, meletakkan pancasila dalam disiplin ilmu," kata Hamid.
Ilmu harus didasarkan pada worldview atau ideologi. Ideologi bangsa ini adalah Pancasila. Sementara, sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi, jati diri bangsa ini adalah bangsa berketuhanan.
"Karena bangsa ini bangsa berketuhanan, maka cara berpikir bangsa ini adalah berfikir teologis, berbasis pada keimanan kepada tuhan. Maka pikiran (ilmu) itu harus nyambung dengan ilmu, jadi pasti segala sesuatu berkaitan dengan Tuhan," ucap Guru Besar Filsafat Islam ini.