Indonesia untuk pertama kalinya menggelar MHQ Netra Internasional 2025 di Jakarta. Ajang hafalan Al-Quran tingkat dunia ini diikuti peserta dari 12 negara dan menjadi langkah besar Indonesia dalam mendorong inklusivitas penghafal Al-Quran penyandang disabilitas netra.
Dikejar pasukan Arab dan dikhianati bangsawannya sendiri, Yazdigird III berakhir di rumah penggiling tepung Mirgab. Runtuhnya Sasanid menunjukkan sebuah dinasti mati bukan hanya oleh perang, tapi oleh retaknya kekuasaan dari dalam.
Di Gedangan, Sidoarjo, 1904, darah tumpah di tanah tebu. Pemerintah kolonial menyebutnya pemberontakan fanatik. Tapi di balik revolusi Jawi itu, tersimpan letupan sosial dari dunia yang tengah berubah.
Di tengah runtuhnya hegemoni Persia, Yazdigird III berlarian dari satu wilayah ke wilayah lain. Bukan tombak Arab yang menghabisinya, melainkan intrik bangsawannya sendiri di tepian Sungai Mirgab.
Tata cara, syarat, dan rukun shalat ghaib sama halnya dengan shalat jenazah. Hanya saja dalam shalat ghaib, kita tidak berhadapan dengan jenazah yang dishalati.
Seorang lelaki mengaku mencium perempuan di ujung kota. Nabi tidak langsung menghukumnya. Hadis ini mengungkap logika etika Islam: antara pengakuan, penutup aib, dan pintu pertobatan melalui amal.
Hadis ini menyebut semua manusia pasti tergelincir. Namun Nabi menempatkan pertobatan sebagai ukuran kemuliaan. Bukan kesucian yang tak tercela, melainkan kemampuan pulang setelah jatuh.
Hadis tentang hamba yang berulang kali jatuh lalu kembali memohon ampun membuka debat panjang: sampai batas mana rahmat bekerja, dan kapan taubat berubah menjadi kebohongan spiritual.
Tips pengasuhan anak untuk mencegah perilaku lampu kuning seperti manipulasi, berbohong, kurang empati, dan tantrum. Ayah Bunda bisa membentuk karakter si Kecil dengan konsistensi, komunikasi, dan batasan yang tepat.
Diusir dari takhta dan terombang-ambing di perbatasan Turki, Yazdigird III tak menyerah. Dari Fergana ke Khurasan, ia menggerakkan kembali bayang kekaisaran Persia, memantik perang demi perang di timur.
Perdebatan ulama tentang dosa kecil membuka ulang medan etika Islam. Antara yang mewajibkan tobat atas setiap noda hingga yang memandangnya gugur oleh kebaikan, persoalan ini menyingkap watak moral manusia.
Temukan makna ketenangan dalam ujian hidup lewat renungan islami tentang luka batin, kesabaran, dan janji Allah dalam QS. Maryam:64. Tulisan menyentuh hati ini mengingatkan bahwa Allah tidak pernah melupakan hamba-Nya, bahkan dalam diam dan doa yang tak terucap.
Terdesak di tanah sendiri, Yazdigird III mencoba merajut kembali mahkota Sassaniyah. Dari Samarkand hingga Merv, langkahnya dibayang-bayangi kecurigaan sekutu dan pembangkangan bangsanya sendiri.
Tiga hadis tentang tobat ini menggambarkan keluasan ampunan Tuhan. Bukan sekadar janji spiritual, tetapi etika harian: bahwa manusia terus bergerak antara jatuh dan kembali, dan selalu ditunggu untuk pulang.
Seratus kali dalam sehari. Begitulah Nabi Muhammad bertobat, menurut sebuah hadis sahih. Bukan tanda cela, melainkan contoh spiritual: bahwa kedekatan dengan Tuhan lahir dari kesadaran diri yang tak pernah selesai.
Istakhr bergolak, Khurasan menyusul. Abdullah bin Amir menumpas pemberontakan Persia dengan tangan besi, menegakkan stabilitas sekaligus memicu tanya: kekhalifahan atau awal menuju kerajaan?
Hadis tentang persangkaan hamba kepada Tuhan ini membuka jendela pada psikologi iman: bagaimana cara manusia memandang Allah justru membentuk cara Allah memperlakukannya, dan mengatur arah hidupnya.
Hadis tentang mukmin yang kembali seperti kuda ke kandangnya ini memotret dinamika jatuhbangun iman. Bukan gambaran stagnasi, melainkan siklus pulang yang terus menguatkan ketakwaan.
Kisah Nabi Adam dalam al Quran bukan tragedi kejatuhan, melainkan pelajaran tentang kegagalan pertama manusia dan bagaimana tobat menjadi mekanisme pulang paling awal dalam sejarah kemanusiaan.
Kisah Nabi Musa dalam al Quran memperlihatkan manusia agung yang tak luput dari keterpelesetan. Dari pembunuhan tak sengaja hingga ledakan amarah, tobat menjadi penyangga moral dalam jejak keras perjuangannya.