LANGIT7.ID, Pasuruan - Salah satu pesantren tertua di Indonesia, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan memiliki pengasuh baru menggantikan KH Nawawi Abdul Djalil yang wafat beberapa waktu lalu.
“KHA. Fuad Noerhasan sebagai penerus Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri ke 13. Semoga kita semua mendapatkan barakahnya. Amin,” tulis akun instagram resmi Pesantren Sidogiri @santrisidogiri, Kamis (22/7/2021).
Beliau sebelumnya adalah anggota Majelis Keluarga Sidogiri, majelis tertinggi pimpinan Pondok Pesantren Sidogiri. Kini KH Fuad Noerhasan menjadi Rais menggantikan almarhum KH Nawawi Abdul Djalil.
KH Fuad Noerhasan merupakan keturunan dari pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri sebelumnya, ia adalah putra dari KH Nawawi bin Noerhasan dan cucu dari KH Noerhasan bin Noerkhotim.
Sebagai seorang Ulama, KH Fuad Noerhasan dikenal alim dan takdzim terhadap ilmu. Salah satunya ditunjukkan dengan nasehat beliau kepada para santrinya agar bisa bertirakat dalam menuntut ilmu.
“Seandainya santri sekarang seperti santri dulu, ditambah ada gerak batin dan sekolah, maka akan lebih hebat dari santri dulu. Santri sekarang itu kurang tirakat, tidak terlalu merasakan barakah,” kata Kiai Fuad dilansir dari Sidogiri.net.
Menurut Kiai Fuad, santri di masa lalu amat berhati-hati dalam menjauhi hal-hal yang syubhat apalagi yang haram sehingga ilmunya menjadi penuh keberkahan.
“Dulu, syubhat saja tidak mau, apalagi haram. Kalau sekarang, jangankan syubhat, haram saja dimakan. Walaupun ngajinya hanya
Sullam Safînah di pondok, tapi ketika pulang bisa ngajar
Fathul-Wahhâb. Salah satu caranya dengan takdim pada ilmu. Santri dulu itu sangat mengagungkan ilmu. Kalau
muthalaah harus wudlu dulu, walau hanya untuk pegang kitab. Mereka tidak mau ngaji tanpa punya wudlu,” kata Kiai Fuad.
(jqf)