LANGIT7.ID, Jakarta - Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI) Bandung, Dr Latief Awaludin menyampaikan agar umat muslim menyampaikan dakwah dengan cara lemah lembut. Sebagaimana Allah perintahkan kepada Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi Harun Alaihissalam untuk berdakwah secara lemah lembut kepada Firaun.
"Firaun yang sombong dan mengaku Tuhan di hadapan rakyatnya saja, Allah mengutus Nabi Musa dan Nabi Harus agar berdakwah dengan lemah lembut," ujar Latief Awaludin, dikutip dari akun resminya, Ahad (16/1/2022).
Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut." (QS Thaha: 44).
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat tentang Urgensi Tauhid bagi MuslimLatief menjelaskan sebuah riwayat mengenai seorang ulama bernama Yahya bin Muadz (abad ke 3H) yang mendengar bacaan ayat tersebut dari seorang laki-laki. Ketika mendengar ayat tersebut dibacakan, maka Muadz langsung menangis.
Muadz mengatakan: "Ya Allah inilah kelembutanmu, Zat yang maha lembut padahal Engkau mengatakan kepada orang yang mengaku Tuhan. Maka bagaimana kemaha-lembutanmu kepada orang yang mengatakaan Engkau adalah Tuhan."
"Jadi kepada Firaun saja yang mengaku Tuhan Allah memerintahkan berlaku lemah lembut, apalagi kepada orang yang mengaku Allah adalah Tuhannya," ujar Latief Awaludin.
Baca Juga: Menkominfo: Indonesia Berpeluang Besar Kembangkan MetaverseHal itu relevan dengan konteks saat ini di mana banyak para juru dakwah yang menyampaikan dakwah dengan keras dan kata-kata kasar. Padahal Allah Swt memerintahkan berdakwah dengan lemah lembut bahkan terhadap hambanya yang paling berdosa sekalipun seperti Firaun. Suatu saat Rasulullah Saw juga pernah diingatkan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 159.
'Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu...."
"Berdakwalah dengan qaulan layyina (perkataan lemah lembut), berdakwalah dengan qaulan karima (kata yang terpuji), Al-Qur'an telah mengajarkan kita bagaimana komunikasi yang baik," tutur Latief.
Baca Juga: Jeje Zaenudin: Kita Tak Bisa Hidup Moderat Tanpa Bimbingan Islam(zhd)