LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan ini, sesajen menjadi tema yang hangat diperbincangkan setelah viralnya video seorang pria merusak sesajen di wilayah erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Dalam video tersebut, terdengar pria itu berbicara seraya membuang sesajen yang dibuat warga setempat.
Sesajen pada dasarnya merupakan salah satu perangkat ritual dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Pada perkembangannya, sesajen menjelma menjadi sebuah budaya dan beralkulturasi dengan tradisi masyarakat Islam.
Terlepas dari polemik tentang sesajen, khatib Jumat perlu terus menanamkan pembelajaran aqidah kepada umat. Sebab, aqidah merupakan fondasi agama yang apabila baik maka baik pula agamanya. Berikut lima tema khutbah Jumat tentang urgensi tauhid:
1. Bahaya SyirikSyirik adalah perbuatan menyekutukan Allah. Sorang muslim yang berkeyakinan bahwa ada Tuhan selain Allah yang berhak untuk disembah, maka ia telah musyirik. Dan jika ia berkeyakinan bahwa ada yang menyerupai Allah dalam asma’ (nama) dan sifat-Nya, maka ia telah musyirik
Baca Juga: Kunci Paham Sumber Ajaran Islam, Setiap Muslim Wajib Kuasai IniSyirik adalah virus bagi seorang muslim yang paling berbahaya yang dapat mengoyak-oyak keimanan dan martabat manusia. Dosa syirik yang paling fatal diancam dengan tidak adanya ampunan dari Allah. Dalam Alquran, Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya.
2. Aqidah Masalah Laten Umat IslamAqidah merupakan persoalan laten yang dihadapi umat Islam sejak wafatnya Rasulullah sampai sekarang. Para dai, khatib Jumat, dan sebagainya seyogyanya senantiasa memberikan edukasi tentang aqidah kepada umat.
Aqidah yang benar merupakan fondasi tegaknya tauhid dan faktor diterimanya amal ibadah. Sebaliknya, aqidah yang menyimpang akan membuat agama Islam guncang. Dengan berkembangnya arus informasi, seorang muslim rawan termakan oleh berbagai macam keraguan dan kerancuan pemikiran.
3. Tauhid, Risalah Utama Para Nabi dan RasulTauhid merupakan visi dakwah para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam sampai Rasulullah Muhammad Shallalhu alaihi wasallam. Allah mengutus seorang nabi dan rasul kepada setiap kaum untuk menyampaikan dan memurnikan tauhid kepada Allah.
Baca Juga: Viral Perusakan Sesajen, KH Cholil Nafis: Dakwah Itu Mengajak, Bukan MenginjakMemurnikan tauhid bermakna mengesakan dan menyembah Allah dengan sebenar-benarnya. Tauhid yang benar adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa tiada Tuhan selain Allah, baik dalam hal dzatnya, sifat-sifatnya, kekuasaannya, dan sebagainya.
4. Lemahnya Perlindungan Selain AllahDalam Alquran, Surat Al ankabut ayat 41, Allah mengumpamakan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.
Orang-orang musyrik mengambil berhala, roh, atau benda-benda lain sebagai pelindung mereka. Namun, perlindungan itu adalah semu, tak ubahnya bagaikan laba-laba yang membuat sarang, sangat rapuh dan lemah.
5. Janji Allah Bagi Orang yang BerimanAllah memulikan orang-orang yang beriman dan berjanji memberikan balasan yang mulia pula. Allah, dalam Alquran, banyak menawarkan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang beriman, baik ditunaikan di dunia maupun di akhirat.
Janji-janji akhirat yang diberikan bagi mereka yang beriman tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci itu karena amat banyak.Di antaranya adalah kehidupan yang baik dan kemenangan yang nyata. Kemudian keberkahan hidup, janji dapat melihat wajah-Nya di akhirat, hingga senantiasa dituntun kepada hidayah.
Baca Juga: Perkuat Ketakwaan, Gubernur Babel Ajak Siswa Subuh Berjamaah(zhd)