Viral Perusakan Sesajen, KH Cholil Nafis: Dakwah Itu Mengajak, Bukan Menginjak
fajar adhityaSenin, 10 Januari 2022 - 21:04 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Foto: mui.or.id
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menyayangkan aksi perusakan sesajen di wilayah erupsi Semeru, Lumajang Jawa Timur. Ia menyesalkan tindakan tersebut bila hal itu diniatkan sebagai dakwah.
Kiai Cholil menyatakan, perusakan sesajen yang bersifat budaya atau sebagai perangkat ibadah ummat agama lain tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Sebab, menurutnya, karakteristik dakwah itu mengajak bukan menginjak.
"Saya menyesalkan perilaku menendang sesajen di gunung itu atas nama apapun. Sebab dakwah itu mengajak dengan hikmah, bukan menginjak dan merendahkan," ungkapnya.
Sebelumnya, viral beredar video seorang pria merusak sesajen di wilayah erupsi Gunung Semeru yang sedang menjadi perbincangan warganet. Aksinya melempar dan menendang sesajen terekam dalam video berdurasi 30 detik.
Pria berpeci tersebut mengklaim aksinya sebagai bagian dari dakwah Islam dalam memberantas kesyirikan. Kepolisan mengaku telah mengetahui identias pria tersebut dan sedang melakukan penyelidikan terhadap video yang viral.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”