Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 16 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ziarah dan Tawasul ke Makam Waliyullah Tidak Syirik namun Perlu Berhati-hati

Muhajirin Kamis, 06 Januari 2022 - 05:40 WIB
Ziarah dan Tawasul ke Makam Waliyullah Tidak Syirik namun Perlu Berhati-hati
Ilustrasi (foto: walisongo.ac.id)
LANGIT7.ID - Islam mengenal tawasul dalam berdoa, yakni menggunakan perantara agar doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah. Berdoa dengan tawasul artinya meminta kepada Allah melalui hamba-hamba-Nya yang mulia.

Seseorang bisa tawasul dengan datang kepada ulama atau wali untuk minta didoakan kebaikan. Ini semata-mata husnudzan kepada orang tersebut memiliki doa yang maqbul karena keshalehannya.

Namun, menurut Pengasuh Ponpes Al-Bahjah Cirebon Buya Yahya, jika bertawasul kepada wali yang sudah meninggal mesti dilihat konteks doa yang diucapkan. Misalnya, seseorang berdoa dengan mengatakan, "Wahai Sunan Gunung Jati, berikan saya harta." Ini jenis tawasul yang tidak diperbolehkan, karena sudah termasuk menyekutukan Allah.

Namun jika redaksi doa saat berziarah ke makam wali hanya bertawasul seperti, 'Wahai para wali kekasih Allah, engkau dekat kepada-Nya, mohonkan agar Allah menyelesaikan permasalahan saya', itu termasuk cara berdoa yang perlu kehati-hatian.

"Karena kita menghindari langsung meminta kepada orang meninggal, walaupun akhirnya kepada Allah. tapi ini ada contoh. Memang ada khilaf dalam hal ini, tapi jangan tergopoh-gopoh ini syirik," kata Buya Yahya, dikutip kanal youtube Al-Bahjah TV, Rabu (5/1/2022).

Perlu diketahui, istighosah dibolehkan dalam Islam. Ibnu Katsir dalam Bidaya wan Nihaya pada 17 H mengisahkan orang-orang datang kepada makam Nabi Muhammad SAW. Mereka meminta Rasulullah memohon agar Allah menurunkan hujan.

"Orang datang ke kuburan nabi, 'Ya Rasulullah mintakan kepada Allah agar menurunkan hujan'. Ini riwayat yang menjadikan agar kita berhati-hati untuk mengatakan orang lain kafir. Jadi, kalau minta wahai Sunan Gunung Jati, mohonkan kepada Allah. menurut sebagian ulama ini diperkenankan, tapi kami tetap menghimbau, kalau datang menyebut orang shaleh bukan dengan cara istighasah, tapi dengan cara tawassul dengan doa, 'Ya Allah, dengan kebesaran Sunan Gunung Jati, maka kabulkan doaku." terang Buya Yahya.

Intinya, Buya Yahya tidak melarang orang yang ingin bertawasul di makam para wali saat berziarah. Hanya saja perlu kehati-hatian agar tidak terjebak ke dalam sikap menyekutukan Allah.

Memang ada khilaf ulama dalam hal ini, tapi Buya Yahya mengimbau tidak boleh langsung menghukumi syirik kepada orang berziarah sambil bertawasul kepada para wali.

Pernyataan ini sejalan dengan pendapat Ustadz Abdul Somad (UAS). Dia menilai , orang yang berdoa di makam para wali, tidak menyembah kubur, tapi bertawasul kepada Allah dengan berkah kedudukan seorang wali.

"Maka, kalau ada orang yang bertawasul kepada Allah, 'Ya Allah aku memohon kepada engkau berkat kemuliaan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (bisa wali lain)'. 'Itu boleh. Bukan dia meminta kepada manusia. Tapi minta kepada Allah berkat kemuliaan wali," terang UAS di kanal YouTube Tafaqquh.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 16 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)