Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home masjid detail berita

Ternyata Ini Alasan Wali Songo Dipilih Sebarkan Islam di Indonesia, Bukan Pedagang atau Panglima Perang

tim langit 7 Ahad, 09 Februari 2025 - 10:11 WIB
Ternyata Ini Alasan Wali Songo Dipilih Sebarkan Islam di Indonesia, Bukan Pedagang atau Panglima Perang
LANGIT7.ID-Bekasi; Masuknya Islam ke Nusantara melalui para wali merupakan strategi yang tepat mengingat kondisi peradaban yang sudah maju saat itu. Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Minggir KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq dalam ceramahnya pada Peringatan Hari Lahir NU ke-102 Tingkat MWC NU Kecamatan Cikarang Barat di Masjid Baitul Makmur, Perum. Telaga Sakinah.

Peringatan Harlah NU ke 102 ini, benar benar luar biasa. Acara yang diketuai H.Ramat Hidayat ini berhasil menghadirkan ribuan nahdhiyin dari berbagai wilayah Bekasi. Jamaah yang hadir hingga tumpah ruah memenuhi halaman Masjid Baitul Makmur yang luas. Selain para pimpinan NU tingkat cabang dan ranting dan fatayat yang hadir, ada Camat, ada dari Polres, ada dari Dandim, ada kepala desa, para tokoh masyarakat dan Pj Bupati Bekasi juga hadir diwakili Kepala Dinas Sosial, Drs H.Hasan Basri,MM.

"Jangan dikira ketika tahun 1450 Islam masuk, kita dalam keadaan jahiliah. Itu hanya pendapat orang yang tidak mau membaca sejarah," tegas Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq menjelaskan, jauh sebelum Islam masuk, Nusantara sudah memiliki peradaban yang maju. "Sejak Rasulullah lahir tahun 571, bangsa ini sudah komplit punya negara dan kekuatan. Tahun 500 di Jawa sudah berdiri Kerajaan Kalingga, tahun 400 di Jawa Barat berdiri Kerajaan Tarumanegara, tahun 350 berdiri Sriwijaya, tahun 450 berdiri Kerajaan Galuh di Jawa Tengah, tahun 600 berdiri Kerajaan Mataram, dan tahun 300 di Kutai Kartanegara berdiri Kerajaan Kutai," paparnya.

Baca juga: Gus Muwafiq: Jangan Hanya Ajarkan 'Ya Allah Ya Allah', Ini Tugas Utama Ulama yang Terlupakan

Ternyata Ini Alasan Wali Songo Dipilih Sebarkan Islam di Indonesia, Bukan Pedagang atau Panglima Perang

Kondisi ini, lanjutnya, sangat berbeda dengan wilayah lain yang menerima Islam. Dia mencontohkan bagaimana Islam disebarkan ke berbagai wilayah dengan cara yang berbeda. "Yang ditanam ke Eropa siapa? Thariq bin Ziyad. Yang nanam di Cina siapa? Sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas. Ada yang bergerak ke Afrika seperti Sahabat Bilal. Kenapa yang ke Afrika itu Sahabat, yang ke Eropa Panglima, yang ke Cina itu Saudagar, tapi yang ke sini itu Wali?" jelasnya.

Menurutnya, pemilihan wali sebagai penyebar Islam di Nusantara bukan tanpa alasan. Sistem kasta Hindu yang kuat saat itu menjadi pertimbangan utama. "Hindu itu punya kasta yang khusus berbicara agama, yaitu Brahmana. Kastanya para raja tidak boleh bicara agama, hanya bicara negara. Di bawahnya ada Waisya, pegawai yang juga tidak boleh bicara agama. Apalagi di bawahnya ada Sudra, petani dan pedagang yang sekaya apapun tetap tidak boleh bicara agama," jelasnya.

Baca juga: Gus Muwafiq: NU Konsisten dengan Islam Nusantara Meski Dituding Aneh Aneh

"Makanya kalau ada yang mengatakan Islam disebarkan oleh sudra, itu adalah sebuah kesalahan teori ilmiah. Tidak mungkin disebarkan oleh sudra karena sudra kastanya sudra. Yang bisa mengimbangi Brahmana itu para wali. Brahmana punya cakti, wali punya karomah," tegasnya.

Gus Muwafiq juga menjelaskan bahwa para wali memiliki kemampuan khusus dalam memahami dan mengajarkan agama. "Wali itu paketannya besar. Mereka bisa memahami pusat data kehidupan yang dalam bahasa agama disebut Lauhul Mahfudz. Kalau bahasa anak sekarang itu seperti cloud, pusat data," analoginya.

Keberhasilan strategi dakwah para wali ini, menurutnya, terbukti dari perkembangan Islam di berbagai wilayah. "Yang ditanam di Cina tidak tumbuh, cuma segini saja berkembangnya. Yang ditanam di Eropa pernah tumbuh terus hilang lagi. Yang ditanam di Afrika ya segitu-segitu saja. Yang ditanam di Timur Tengah ribut saja tidak ada selesainya. Yang ditanam di Afghanistan hanya masalah jenggot saja timbang-timbangan. Tapi yang ditanam di Indonesia benar-benar tumbuh, syukur memenuhi pasar," ujarnya.

Dia menambahkan, bukti keberhasilan tersebut bisa dilihat dari jumlah umat Islam Indonesia saat ini. "Orang shalat paling banyak Indonesia, orang menghapal Quran paling banyak Indonesia, akhlaknya paling bagus orang Indonesia," pungkasnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)