LANGIT7.ID, Jakarta,- - Ulama asal Lamongan,
KH Ahmad Muwafiq, menyampaikan pandangan terkait sosok yang dinilai layak memimpin
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode 2027–2032. Dalam sebuah forum diskusi publik, ia mengusulkan nama Menteri Koordinator Pemberdayaan Sosial
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai kandidat Ketua Umum.
Menurut Gus Muwafiq,
Cak Imin memiliki komunikasi politik yang mumpuni, terutama dalam menjalin hubungan lintas kelompok. Ia menilai hal tersebut sebagai salah satu kualitas penting dalam memimpin organisasi besar seperti PBNU.
Baca juga: Gus Muwafiq: Jangan Hanya Ajarkan 'Ya Allah Ya Allah', Ini Tugas Utama Ulama yang TerlupakanIa mengambil contoh pengalaman Cak Imin saat mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden 2024 bersama Anies Baswedan. Dalam situasi politik yang dinamis, Cak Imin dinilai tetap mampu menjaga komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan kubu Prabowo Subianto.
"Orang mendukung Anies saja masih bisa berhubungan dengan Pak Prabowo. Kalau bukan Cak Imin enggak bisa itu," kata Gus Muwafiq, dilihat dari kanal Youtube Ruang Publik IDN, Selasa (5/5/2026).
Selain itu,
Gus Muwafiq juga menyoroti pengalaman Cak Imin dalam mengelola konflik internal di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai tersebut pernah mengalami perpecahan serius, termasuk konflik dengan pendirinya, Abdurrahman Wahid, pada 2008. Namun, kondisi tersebut dinilai berhasil dikonsolidasikan kembali hingga PKB menjadi partai yang solid.
Baca juga: Gus Muwafiq: Ekonomi RI Bisa Lumpuh karena Jarum Jahit, Ini Solusinya"PKB yang dedel duel (hancur berantakan) saja bisa dijadikan partai yang solid," lanjutnya.
Ia menilai kemampuan manuver politik dan pengalaman organisasi yang dimiliki Cak Imin menjadi modal penting untuk memimpin PBNU ke depan. Karena itu, ia menyarankan agar wacana kepemimpinan tidak perlu berlarut-larut mencari figur lain.
"Daripada dorong-dorong orang, mendinglah Cak Imin saja sekalian. Enggak apa-apa. Ketua PBNU. Menteri koordinator, kan. Keren itu," ucap Gus Muwafiq.
(est)