Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 06 Mei 2026
home global news detail berita

Ini Respons Aswaja NU Jatim Soal Sesajen di Semeru

fajar adhitya Senin, 10 Januari 2022 - 19:35 WIB
Ini Respons Aswaja NU Jatim Soal Sesajen di Semeru
Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Viral seorang pria menendang sesajen di kawasan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Ia merekam aksinya dalam bentuk video yang kemudian viral di media sosial. Pria itu memandang sesajen akan mendatangkan murka Allah. Ia lalu mengobrak-abrik sesajen di hadapannya dengan cara melempar, membuang, dan menendangnya jauh-jauh.

Menurut Direktur Aswaja Nahdlatul Ulama Center PWNU Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin mengatakan sesajen yang ditendang pria dalam video yang viral tersebut merupakan cara warga muslim sekitar untuk menghalau bencana. Rekannya yang bernama Abdul Hanan mengirim pesan berisi video tersebut dan meminta pendapatnya.

Baca juga: Ziarah dan Tawasul ke Makam Waliyullah Tidak Syirik namun Perlu Berhati-hati

"Tuan Abdul Hanan, teman bermain saat di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, Gondanglegi, Malang yang asli kelahiran Pronojiwo, Lumajang ini menelepon saya pada Sabtu kemarin dan mengirim video ada orang yang menendang sesajen yang dikatakan syirik dan justru mengundang murka Allah," kata Kiai Ma'ruf Khozin, Senin (10/1/2022) dikutip Facebook-nya.

Di WhatsApp, temannya itu menulis: "Video di atas adalah suatu ritual, di mana setelah 40 hari meletusnya gunung Semeru bakda Magrib kami membaca tala bala, Yasin, dll. Sesuai petunjuk salah satu kiai. Pagi harinya kami memasang semacam sesajen (petek’an: Madura). Namun ada kelompok minhum yang membuang dan meng-upload di medsos. Masyarakat kami sangat tidak terima dengan perilaku mereka. Bagiamana cara menyikapinya, kiai?"

Kiai Ma'ruf Khozin mengaku sering mengikuti beberapa Bahtsul Masail di PWNU yang berkaitan dengan tradisi, seperti bersih-bersih kampung, larung laut, nyadran dan sebagainya. Para musyawirin selalu memberi perincian dari kitab Fathul Mu’in yang bersumber dari kitab Tuhfah Ibnu Hajar.

Baca juga: Digandrungi Selebritas, Spirit Doll Sebabkan Pendangkalan Akidah

"Barang siapa menyembelih hewan (atau makanan) sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah untuk menghindari petaka dari jin, maka tidak haram. Jika bertujuan untuk jin (bukan karena Allah), maka haram. Sebab sembelihannya menjadi bangkai. Bahkan jika bertujuan mendekatkan diri dan ibadah kepada jin, maka telah berbuat kufur," (Syekh Abu Bakar Syatha, Iana ath-Thalibin, 2/397).

"Saya yakin kiai tadi saat menyembelih ayam tetap membaca Bismillah, bukan sesembahan yang ada di gunung, karena yang melakukan memang jelas-jelas Islam," kata Kiai Ma'ruf Khozin.

Namun demikian, Kiai M'aruf Khozin menyarankan agar sesajen diganti dengan sedekah makanan. Warga di sekitar Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur membuat makanan untuk disedekahkan atau dimakan bersama-sama. "Tapi Bang Hanan itu bilang bahwa makanan itu sengaja dibiarkan supaya dimakan oleh burung atau hewan apapun yang ada di sekitar Semeru. Kalau seperti itu justru tidak apa-apa," katanya.

Kiai Ma'ruf Khozin lalu menukil pendapat Imam Ar Ramli dalam Kitab NIhayatul Muhtaj yang menyatkan bahwa apa yang terjadi saat ini dengan melempar roti ke laut untuk binatang laut dan ikan adalah tidak haram meskipun memiliki harga. Sebab, hal itu termasuk sedekah kepada hewan. "Lalu dari sisi mana syirik dan mendatangkan murka Allah?," imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I Suramadu tersebut.

Baca juga: Kemenag: Spirit Doll Bertentangan dengan Nilai Tauhid dan Kemanusiaan

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 06 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)