Langit7, Jakarta - Tidak sedikit para pelaku usaha yang diajarkan mentor bisnisnya agar menjajakan produk yang menjawab kebutuhan konsumen.
Namun, seringkali para pelaku usaha menafsirkannya dengan menghadirkan banyak varian produk, yang justru malah minim penjualan. Untuk itu, pelaku usaha perlu memahami soal psikologi konsumen.
CEO dan Co-Founder Konsultan Inovasi Korporat, Indrawan Nugroho menjelaskan, sebetulnya konsumen akan lebih tertarik terhadap ketersediaan varian produk yang lebih sedikit ketimbang yang banyak.
"Nah coba lihat kembali penawaran produk Anda. Jangan-jangan keengganan pembeli untuk melakukan transaksi itu karena kebingungan memilih varian produk yang terlalu banyak," kata dia dikanal YouTubenya, Dr. Indrawan Nugroho.
Baca juga: Kopi Kenangan Gandeng Nicholas Saputra dan Isyana, Luncurkan Produk Kemasan Siap MinumDia mengibaratkan dengan seseorang yang datang ke sebuah restoran. Di mana biasanya pengunjung akan lebih kesulitan memilih makanan ketika disodorkan dengan buku menu yang tebal dan tersedia begitu banyak varian makanan.
Parahnya lagi, kata dia, sebagian pengunjung kehilangan selera makannya ketika harus berpikir untuk menentukan apa yang akan mereka makan.
"Berbeda dengan sebuah Resto yang menunya cuma satu lembar kertas dan simpel gak pake mikir. Jadi langsung tunjuk terus makan deh," ujarnya.
Sebagai inovator, jelas dia, tugas pelaku usaha adalah memudahkan hidup pelanggan. Sehingga keliru jika menghadirkan begitu banyak produk yang justru membingungkan.
"Jadi, bukan justru membuatnya lebih rumit, karena kitalah yang harus berpikir keras untuk pelanggan, dan bukan sebaliknya," kata dia.
Baca juga: Usaha Tak Khianati Hasil, Ini Rahasia Soto Angkring Mas Boed Tetap Eksis"Sebab, semua orang bisa buat produk dengan banyak varian, tapi tidak semua orang mampu menciptakan satu produk yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan secara jitu," sambungnya.
(zul)