LANGIT7.ID - Dunia maya bukan wilayah dengan keamanan terjamin. Serangan siber masih kerap terjadi, baik terhadap perusahaan besar dan kecil, maupun perseorangan. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk melindungi diri sendiri?
Ahli fintech, Steven Schiestel, membagikan solusinya. . "Salah satu kunci utama adalah kata sandi yang kuat," kata Schiestel dikutip di laman
WLNS, baru-baru ini.
Dia juga mengingatkan untuk tidak memasukkan nama depan, nama belakang, nama anak, alamat, ulang tahun ke dalam kata sandi. "Lebih baik gunakan sesuatu yang unik, termasuk huruf besar dan kecil, angka, dan jenis simbol unik," ujarnya.
Usai mengatur kata sandi ini, ia menganjurkan menuliskan di tempat lain. Simpanlah dengan aman dan terjamin. Meletakkan catatan tempel di meja kerja, jelas bukan pilihan.
Langkah kedua yang harus dilakukan adalah memiliki autentikasi ganda untuk situs web. "Setelah memasukkan nama pengguna dan kata sandi ke situs web, maka situs web akan mengirim ke ponsel melalui teks atau email dan kode unik yang dapat dimasukkan," kata Schiestel.
Resep berikut adalah menjaga semua perangkat lunak operasi selalu diperbarui.
“Baik itu di ponsel atau tablet atau desktop, penyedia sistem operasi akan sering mengirimkan pembaruan dan menyertakan pembaruan tersebut, mungkin patch untuk tujuan keamanan. Jangan segan melakukan pemutakhiran, sebisa mungkin selalu diperbarui," kata Schiestel.
Pastikan juga untuk tidak mudah mengklik tautan email mencurigakan yang muncul secara tiba-tiba.
Terakhir, penting untuk menghindari skema phishing. "Di sinilah biasanya ada 'kisah' yakni mereka meminta Anda melakukan sesuatu. Garis pertahanan terbaik adalah jika tampaknya terlalu muluk-muluk untuk menjadi kenyataan, atau cerita yang disertakan terlalu keterlaluan, mungkin memang demikian (keterlaluan)," kata Schiestel.
Intinya jangan mudah tergoda.
(arp)