LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat Dhuha dapat disebut juga Shalat Awwabin. Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha.
Shalat Dhuha dilaksanakan saat matahari sudah naik kira-kira sepenggal atau setinggi tonggak hingga berakhir menjelang masuk waktu dzuhur. Dalam jadwal waktu shalat, Shalat Dhuha dimulai sekitar setengah jam setelah matahari terbit (syuruq).
Cara Shalat Dhuha ialah didirikan minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat. Shalat Dhuha dapat dikerjakan secara berjamaah.
Baca Juga: Al-Azhar Kairo: Didirikan Dinasti Fatimiyah, Kini Jadi Duta AhlussunnahDalil Shalat Dhuha boleh dilakukan secara berjamaah, yakni merujuk hadits yang diriwayatkan dari Itban bin Malik, salah seorang shahabat Nabi yang ikut perang Badar dari kalangan Ansar. Suatu ketika dia mendatangi Rasulullah saw lalu berkata:
Wahai Rasulullah, sungguh aku sekarang tidak percaya kepada mataku (maksudnya, matanya sudah kabur) dan saya menjadi imam kaumku. Jika musim hujan datang maka mengalirlah air di lembah (yang memisahkan) antara aku dengan mereka, sehingga aku tidak bisa mendatangi masjid untuk mengimami mereka, dan aku suka jika engkau wahai Rasulullah datang ke rumahku lalu shalat di suatu tempat shalat sehingga bisa kujadikannya sebagai tempat shalat ku.
Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Akan kulakukan insya Allah”. Itban berkata lagi: Lalu keesokan harinya Rasulullah saw dan Abu Bakar ash-Shiddiq datang ketika matahari mulai naik, lalu beliau meminta izin masuk, maka aku izinkan beliau.
Baca Juga: DMI Prihatin, Banyak Umat Islam Indonesia Tak Bisa Baca AlquranBeliau tidak duduk sehingga masuk rumah, lalu beliau bersabda: “Mana tempat yang kamu sukai aku shalat dari rumahmu? Ia berkata: Maka aku tunjukkan suatu ruangan rumah”. Kemudian Rasulullah saw berdiri lalubertakbir, lalu kami pun berdiri (shalat) di belakang beliau. Beliau shalat dua rakaat kemudian mcngucapkan salam”. (Muttafaq Alaih).
Ada juga hadis lain: “Diriwayatkan dari ‘Itban ibn Malik, bahwasanya Rasulullah saw mengerjakan shalat di rumahnya pada waktu dhuha, kemudian para sahabat berdiri di belakang beliau lalu mengerjakan shalat dengan shalat beliau.” (HR. Ahmad, ad-Daruquthni, dan Ibnu Hibban).
Sumber:
Muhammadiyah.or.id
Baca Juga: 4 Tangga Menuju Hati Khusuk dalam Ibadah
(zhd)