LANGIT7.ID, Jakarta - Dosen Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ustaz Ahmad Shodiq menjelaskan ada empat tingkatan menuju khusuk dalam ibadah shalat. Keempat tingkatan tersebut senantiasa harus dipelihara dan diamalkan secara berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari.
Parameter kekhusyukan seorang muslim dilihat dari hatinya yang selalu terikat dan ingat kepada Allah melalui zikir. Zikir bukan hanya sekedar di lisan tapi juga di hati.
"Kenapa seseorang bisa khusyuk? karena hatinya selalu terikat kepada Allah," ujar Ustaz Ahmad Shodiq dalam tausiyahnya di Masjid Raya Bintaro Jaya, Sabtu (22/1/2022).
Baca Juga: Dari Cicit Nabi sampai Guru Imam Syafii: Ulama Perempuan dalam Sejarah Islam (Bag. II)Lebih lanjut, ia mengatakan hati yang terikat kepada Allah adalah hati yang suci. Hati yang senantiasa terikat kepada Allah dalam keadaan apapun. Menjadi khusuk itu tidak mudah, perlu dipelajari dan diamalkan terus menerus dalam praktik ibadah sehari-hari.
Menurut dia, ada empat tingkatan menuju hati yang khusyuk seperti yang pernah disampaikan oleh Imam Al Ghazali.
1. Zahirnya seseorang harus suci Sebelum berbicara shalat yang khusuk hendaknya dipastikan terlebih dahulu wudunya sudah banar. Syarat dan rukun serta yang membatalkan wudunya harus dipahami dengan baik.
"Kalau syarat wudu dan batalanya belum paham jangan ngomong khusuk dulu, kejauhan," ujar Ahmad.
Lebih jauh ia mengatakan untuk bisa wudhu dengan baik seseorang harus tahu terlebih dahulu mengetahui bab fiqih yang membahas tentang air dan taharah. Karena pangkal dari semua ibadah adalah bab taharah atau bersuci.
2. Anggota tubuhnya harus suci Setelah seseorang besih dan suci secara zahir dari segala hadas, barulah ia menuju tangga berikutnya, yakni membersihkan anggota tubuh dari kezaliman terhadap orang lain. Karena kezaliman terhadap orang lain membuat hati terhijab dari Allah.
Baca Juga: Kisah: Seruan Khalifah Umar Saat Madinah Diguncang GempaIa menjelaskan umat Islam harus senantiasa menjaga diri dari berbuat buruk kepada orang lain. Aanggota badan seperti tangan, kaki, mata, mulut dan sebagainya harus dijaga agar tidak berbuat buruk terhadap orang lain.
3. Suci dari segala sifat mazmumahSetelah itu umat Islam harus menghilangkan semua sifat mazmumah atau sifat buruk di dalam hatinya. Bahkan suuzan saja tidak boleh ada dalam hati. Karena berprasangka buruk dapat menyebabkan sulitnya seseorang menjadi khusyuk.
"Makanya, kita tidak boleh berbuat dosa sekecil apapun kecuali karena tidak sengaja. Kalau berbuat salah segera meminta ampun kepada Allah," ujar Ahmad.
4. Menghadirkan Allah di hati Puncak dari tangga menuju khusyuk adalah menghadirkan Allah di hati dan melepaskan keterikatan lain selain Allah. Di sinilah zikir akan membimbing orang untuk memfokuskan hati hanya kepada Allah.
Baca Juga: Dzikir Berikut Dapat Dibaca Saat Terjadi Bencana Alam"Tidak ada cara yang lebih hebat dalam menuntut orang ke hadrah ilahiah kecuali dengan zikir kepada Allah. Karena zikir akan menafikan semua selain-Nya dan hanya menghadirkan Allah, yakni dengan kalimat Laa illaha illallah," kata Ahmad.
Ia menjelaskan, setelah semua tingkatan itu dilalui, benar dalam fiqihnya, menjaga diri dari dosa, serta khusyuk dalam berzikir, tidak ada lagi yang harus dijaga kecuali adabnya kepada Allah. Adab ini penting karena merupakan identitas seorang hamba terhadap Tuhannya.
"Semua ibadah rumusnya sama, setelah tahu syarat dan rukunnya, setelah tahu makna bacaannya, setelah menghayati praktik ibadahnya, tidak ada lagi kecuali jaga adab dan tata krama," ujarnya.
Baca Juga: Psikolog: Punya Anak Remaja, Orang Tua Harus Siap Jadi Ember(zhd)