alexametrics
kalender Rabu, 19 Januari 2022
home masjid detail berita
Dzikir Berikut Dapat Dibaca Saat Terjadi Bencana Alam
Suandri Ansah Jum'at, 14 Januari 2022 - 22:15 WIB
Dzikir Berikut Dapat Dibaca Saat Terjadi Bencana Alam
Rumah rusak di Pandeglang akibat gempa siang ini, Jumat 14/1 (foto: Dok. BNPB).
LANGIT7.ID, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitude 6,7 mengguncang wilayah Pandeglang, Banten. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, gempa bumi itu dirasakan kuat selama 4-5 detik di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Mandalawangi.

Laporan visual yang dihimpun dari lapangan, beberapa rumah warga di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang, mengalami kerusakan di bagian atap dan teras rumah. Guncangan gempabumi juga dirasakan hingga wilayah Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

Gempa yang terjadi pada Jumat (14/1/2022) sore merupakan fenomena alam akibat adanya aktivitas sesar lokal. Bagi seorang muslim, fenomena alam yang berpotensi menjadi bencana merupakan bentuk kekuasaan Allah.

Baca Juga: Kunjungi Museum Tsunami, Ini Ruangan Paling Emosional buat Emil

Saat terjadi peristiwa alam besar, seperti gempa bumi, banjir, tsunami, dan bencana alam lainnya hendaknya umat Islam lebih mendekatkan diri kepada Allah. Saat terjadi bencana, seorang muslim dapat memperbanyak berdzikir kepada Allah.

Berikut bacaan dzikir yang dapat dibaca saat terjadi gempa atau musibah lainnya:

1. Istighfar

Istighfar, memohon ampun kepada Allah dapat mencegah dan mengangkat bencana. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al Anfal ayat 33 yang artinya, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”

Terkait ayat tersebut, Ibnu Abbas mengatakan, “Dulu para sahabat mempunyai dua penolak bala, yaitu keberadaan Nabi Muhammad dan istighfar, maka ketika Rasulullah meninggal dunia, penolak bala itu tinggal satu, yaitu istihgfar.”

Istighfar yang paling ringkas adalah اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ (Astaghfirullahaladzhim), dan bacaan istighfar yang paling utama adalah:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

Baca Juga: Gempa M 6,7 Terasa di Jakarta, Wagub Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.

2. Tasbih

Dikutip Muslim.or.id, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berkata, “Kadang-kadang Allah mengizinkan bumi bernapas sehingga mengakibatkan gempa dan tsunami yang dahsyat, sehingga hal itu menjadikan ketakutan kepada Allah, kesedihan, taubat, dan berserah diri kepada Allah”.

Imam Syafi’i mengatakan, “Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih”. Imam as-Suyuthi berkomentar, “Hal itu karena dzikir dapat mengangkat bencana dan adzab, sebagaimana firman Allah:

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ ﴿١٤٣﴾ لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٤٤﴾

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit” (QS. ash-Shaffat [37]: 143–144).

Baca Juga: Gempa Banten Terasa hingga Jabodetabek, Yuk Baca Doa Ini

Adapun salah satu kalimat tasbih yang dapat dibaca saat terjadi bencana ialah sebagaimana yang dilantunkan Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan paus, yakni:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.

Baca Juga: Gempa M 6,7 Banten, Beberapa Rumah Warga di Pandeglang Rusak
(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 19 Januari 2022
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
12:07
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Baqarah:14 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّا ۚ وَاِذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ ۙاِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”