LANGIT7.ID, Jakarta - Dai Kondang Ustadz Abdull Somad (UAS) mengingatkan setiap umat Islam agar tak berhenti membaca Al-Qur'an. Tentu saja, derajat orang terbaik di mata Rasulullah ialah para ahli Al-Qur'an.
Meski begitu, orang yang belum lancar membaca Al-Qur'an pun mendapatkan keberkahan. Walaupun masih terbata-bata, ia akan tetap mendapatkan pahala. Salah satu hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang ahli dalam Al-Qur'an akan bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan yang terbata-bata dalam membacanya sedang ia bersungguh-sungguh maka baginya dua pahala." (HR Bukhari).
Menurut UAS, ini salah satu keberkahan orang yang bersungguh-sungguh mempelajari Al-Qur'an. Allah Ta'ala tetap memberikan ganjaran kebaikan meski belum bisa mencapai derajat ahli Qur'an.
"Orang yang belum mahir membaca Al-Qur'an, terbata-bata, dia akan mendapat dua pahala. Pahala dia membaca Al-Qur'an, pahala karena kerja keras, tidak pernah menyerah," kata UAS di kanal
YouTube Tabayyun TV, dikutip Selasa (25/1/2022).
Namun, UAS mengingatkan, hadits di atas merupakan motivasi agar seorang muslim tidak berhenti belajar Al-Qur'an. Motivasi baca Al-Qur'an harus disandarkan pada orang-orang hebat. Seperti mengikuti jejak para ulama dalam membaca Qur'an.
UAS menceritakan kisah Imam Syafi'i, Imam Hambali, dan Imam Yahya bin Main. Tiga ulama besar berangkat ke Makkah untuk haji. Mereka tinggal dalam satu kamar. Setelah Isya dan pulang ke kamar, Imam Syafi'i berbaring. Sementara, Imam Hanbali shalat sampai azan subuh.
Setelah shalat subuh, Imam Syafi'i bertanya, "Hambali, aku lihat kau dari Isya sampai subuh shalat, apa kerjamu?"
Imam Hambali menjawab, "Aku mengkhatamkan Al-Qur'an 30 juz dalam tahajudku."
"Jadi, yang sanggup khatamkan Al-Qur'an, (maka) khatamkan Al-Qur'an. Bagi yang tidak sanggup, tetap tahajud dan baca semampunya. Tidak ada alasan untuk tidak beramal. Al-Qur'an ini diturunkan bukan sekadar untuk mendapakkan pahala," kata UAS.
Ibnu Mas'ud berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu pahala, dan satu pahala itu dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR At-Tirmidzi)
(jqf)