LANGIT7.ID, Jakarta - Atase Pendidikan KBRI untuk Saudi arabia bekerja sama dengan persatuan pelajar dan mahasiswa Indonesia (PPMI) Dhahran dan KAUSTINA mengadakan acara international workshop dengan tema “Scholarship and Grant Application Preparation of King Fahd University of Petroleum (KFUPM) and Minerals )and King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)”.
Atase Pendidikan untuk Saudi Arabia, Badrus Sholeh menyampaikan pentingnya membangun kerjasama yang kuat antara pendidikan di Saudi Arabia dengan kampus-kampus yang ada di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh atase untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Antara lain dengan melakukan kunjungan langsung ke rektor–rektor universitas di Saudi, menjembatani pertemuan pimpinan kampus di Indonesia dengan pimpinan kampus di Saudi, termasuk melakukan sosialisasi peluang beasiswa yang begitu menjanjikan bagi para pelajar Indonesia untuk bisa kuliah di Arab Saudi.
Baca Juga: SEBI Social Fund Tebar Program Donasi dan Beasiswa Penghafal QuranAssociate professor sekaligus founder chairman of Material Science and Engineering Department, KFUPM, Turki Baroud selaku keynote speaker memaparkan berbagai keunggulan, pusat riset, serta peluang belajar yang ada di KFUPM. Ia mengaku terkesan dengan akhlak dan juga prestasi dari mahasiswa yang berasal dari Indonesia dan tertarik untuk menerima lebih banyak lagi mahasiswa dari Indonesia.
Hudaifah, yang merupakan mahasiswa doktoral di KFUPM menjelaskan kenapa harus melanjutkan studi di KFUPM. Berbagai keunggulan KFUPM dipaparkan baik dari sisi reputasi internasional dan dukungan akademis yang berkualitas dunia. Termasuk fasilitas-fasilitas yang sangat memadai tidak hanya untuk belajar tetapi juga untuk tinggal dan bersosialisasi dengan masyarakat internasional.
Selain itu, juga dijelaskan program apa saja yang ditawarkan di KFUPM baik dari jenjang S2, S3 hingga Postdoc, termasuk informasi-informasi yang berkaitan dengan pendaftaran. Saat ini KFUPM sangat membuka peluang lebih bagi calon mahasiswa dari Indonesia untuk diterima, termasuk penerimaan mahasiswa perempuan yang tidak memerlukan syarat mahram.
Workshop dilanjutkan dengan persiapan pembuatan CV dan statement of purpose (SoP). Suryo Adi Rakhmawan, mahasiswa master di KFUPM, menjadi narasumber yang menjelaskan bagaimana seharusnya kedua dokumen penting ini disusun. Apa saja yang harus dimasukkan dan jangan dimasukkan di dalam CV dan SoP dijelaskan dengan baik agar para peserta workshop bisa memperbaiki dokumen mereka sebelum dikirim untuk proses pendaftaran baik di KFUPM maupun KAUST.
Baca Juga: Era Disrupsi, Kini Jadi Pakar Tak Harus Punya GelarMuhammad Naufal mahasiswa di KAUST, menjadi narasumber yang menjelaskan alasan kenapa harus menjadikan KAUST sebagai salah satu kampus tujuan untuk melanjutkan studi. Selain merupakan kampus rangking satu untuk new nature index, kampus ini memiliki dosen-desen kelas dunia dengan tingkat sitasi tertinggi.
Ada tiga departemen di KAUST yang menaungi 16 program studi. Fasilitas riset di KAUST merupakan salah satu terbaik di dunia dengan 10 research center dan sembilan core laboratorium. Naufal juga menjelaskan berbagai fasilitas menarik yang disediakan bagi para mahasiswanya, seperti halnya KFUPM, kampus ini juga menerima mahasiswa perempuan tanpa syarat mahram.
Dalam workshop ini juga dijelaskan tips dan trik untuk menghadapi sesi wawancara yang menjadi salah satu penentu penerimaan mahasiswa di KAUST. Mohammad Hasyim Taufik, mahasiswa KAUST menjelaskan tentang alur penerimaan mahasiswa baru di KAUST secara lebih dalam berdasarkan pengalaman dari para pelajar yang selama ini berhasil diterima di kampus tersebut.
Berbagai tips disampaikan agar para peserta workshop yang tertarik untuk mendaftar di KAUST memahami betul proses seleksi sehingga mereka lebih siap untuk mendaftar di KAUST. Workshop ini ditutup dengan sesi diskusi.
Baca Juga: Prediksi 10 Jurusan Kuliah Paling Diminati di 2022(zhd)