LANGIT7.ID, Jakarta - Akademi Jakarta mengadakan launching hasil diskusi bersama para pakar dan budayawan (28/1/2022). Hasil tersebut termuat dalam poin-poin rekomendasi "Cegah Penghancuran Nalar Publik" yang terdiri dari lima bidang sasaran.
Menurut anggota Akademi Jakarta, Karlina, nalar publik itu penting untuk menilai kebijakan dengan sudut pandang kritis. Masyarakat harus terbuka pemikirannya terhadap isu-isu yang berkembang dan memastikan kebijakan yang diambil pemerintah sesuai dengan kepentingan masyarakat.
"Jadi sasarannya rekomendasi ini adalah menghidupkan kembali nalar publik danmengajak warga dari sabang sampai merauke untuk bangkit bersama melalui kesadaran kritis," ujar Karlina dalam webinar Akademi Jakarta akhir pekan ini.
Baca Juga: DPR Kritik BNPT Ekspos Pesantren Disusupi TerorismeKarlina mengajak masyarakat untuk selalu peka terhadap kebijakan pemerintah yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan bersama. Di antaranya peka terhadap kebijakan politik, kebijakan lingkungan hidup, kebijakan ekonomi, dan segala hal yang mempengaruhi kehidupan.
"Tugas akademisi dan warga lainnya adalah berani menyuarakan kebenaran objektif sebagai landasan pikir, bukan asumsi juga bukan kepentingan pribadi ataupun kelompok," ujarnya.
Akademi Jakarta melakukan pengamatan yang cukup panjang dalam melihat situasi di dalam negeri. Salah satu hal yang memprihatinkan adalah fenomena civil society, yakni masyarakat yang mengalami pelemahan atau sengaja dilemahkan melalui pemecah belahan narasi. Digiring dengan media sosial atau melalui kelompok-kelompok politik.
"Imbasnya media mainstream tidak lagi jadi perhatian dan kehilangan kepercayaan masyarakat," tutur Karlina.
Baca Juga: Presiden Harapkan Kontribusi ICMI Menghadapi Tantangan Bangsa "Ini semua kami cari akarnya, dan kami lihat apa yang sedang dihancurkan bukan nalar satu orang dua orang, tapi publik," lanjutnya.
Ia mengatakan kapasitas akal budi dan kapasitas berpikir masyarakat harus berdasarkan kepentingan bersama dan kemaslahatan umum. Hal itu yang sekarang hancur yang dirusak dengan berbagai cara untuk kepentingan politik dan ekonomi.
Karlina berharap peran dari anak muda dan generasi milenial agar aktif menyuarakan pesan tersebut. Pendidikan seni yang selama ini diadakan di Akademi Jakarta merupakan sarana untuk melatih kepekaan generasi muda.
"Anak muda yang memegang kunci, karena mereka mengetahui bagaimana pemanfaatan media sosial dengan baik," ujar Karlina.
Baca Juga: Terowongan Silaturahmi, Lihat Sejarah Tolerasi Indonesia di Sini(zhd)