LANGIT7.ID, Jakarta - Para anggota Akademi Jakarta memberikan rekomendasi dalam bidang pendidikan, lingkungan hidup, ekonomi, sosial, dan politik. Semuanya terhubung pada suatu gejala memprihatinkan. yakni kehancuran nalar publik.
Sastrawan sekaligus Ketua Akademi Jakarta, Seno Gumira Ajidarma berharap dengan rekomendasi ini dapat memberikan kontribusi untuk perubahan di dalam negeri. "Pembahasan ini dilakukan agar menemukan butir-butir rekomendasi untuk publik, yang kami bahas dengan para pakar pada periode April hingga Desember 2021 lalu," ujar Seno dalam webinar Akademi Jakarta, akhir pekan ini.
Seno berharap media menjadi partner dalam menyampaikan poin-poin hasil pembahasan tersebut. Menurut dia, rekomendasi tersebut bukan hanya ditujukan kepada pemerintah, namun juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang peduli dan berharap perubahan.
Baca Juga: UMK Binaan Pertamina Dukung Gelaran MotoGP Mandalika"Rekan-rekan pers diharapkan membantu menyebarkannya kepada pihak terkait dalam hal ini publik, yang mengalami bahaya kehancuran nalar, dan itu tergantung kepada persebarannya, bukan kepada pimpinannya," ujar Seno.
Adapun hasil rekomendasi lima bidang tersebut yakni:
1. Bidang Pendidikan Pertama, mengembangkan pendidikan holistik yang menajamkan kepekaan sosial, kesadaran kritis, kecerdasan inovatif dan pemanfaatan sumber budaya untuk memecahkan masalah lokal-global. Kedua, memajukan pendidikan seni dan humaniora sejak dini dengan mendayagunakan seniman dan budayawan setempat untuk menghidupkan dan mengembangkan seni budaya Nusantara.
2. Bidang Lingkungan HidupPertama, mendorong kebijakan ekologis berbasis kearifan lokal yang didukung sains dan teknologi melalui kerja sama masyarakat dengan industri, baik swasta maupun pemerintah. Kedua, menggunakan kapabilitas warga dan keberlanjutan sumber daya alam sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.
3. Bidang Intoleransi SosialPertama, memperbanyak ruang publik yang mendorong interaksi sosial lintas budaya dan kebersamaan. Kedua, memberikan pelatihan literasi media, literasi budaya dan literasi pengetahuan untuk mempertajam penalaran kritis.
Baca Juga: Bambang Irawan: Harta Bagi Seorang Muslim Merupakan Titipan4. Bidang Ekonomi Menerapkan paradigma ekonomi yang ekologis berbasis partisipasi masyarakat dengan menekankan pada ekonomi sirkular dan keadilan sosial serta mengembalikan relasi kekuasaan ekonomi, agar sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33.
Baca Juga: Fatimah Al-Fihri, Muslimah Pendiri Universitas Pertama di DuniaPertama, memulihkan fungsi partai, alih-alih untuk meraup kekuasaan, tetapi untuk menjadi saluran aspirasi rakyat dan wahana pendidikan politik yang beretika. Kedua, melaksanakan pendidikan politik sejak dini untuk menanamkan sifat sportif, jujur, dan bertanggung jawab, menghargai perbedaan pendapat, serta berkomitmen melindungi yang rentan dan lemah.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Robot Semprot Disinfektan di Area Masjidil Haram(zhd)