LANGIT7.ID, Jakarta -
Psikolog dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Artiarini Puspita Arwan menjelaskan komunikasi diibaratkan sebagai balok bata untuk membangun sebuah hubungan, baik dengan orang tua, pasangan, teman maupun saudara kandung.
Artiariani mengatakan, manusia membutuhkan interaksi atau hubungan dengan manusia lainnya untuk mencapai apa yang diinginkan. Sehingga manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan dari manusia lainnya.
"Jadi kalau ditanya penting atau tidak maka komunikasi adalah penting, karena dengan komunikasi kita bisa mempertahankan hubungan itu baik untuk bisnis, pertemanan, keluarga, dan lainnya dengan komunikasi," kata Artiarini saat ditemui Langit7, Kamis (25/8/2022).
Baca juga: Hindari Mudharat, Kenali Halal Haram Bergaul di Media SosialMenurutnya,
komunikasi juga penting untuk membangun karakter anak. Sebab dalam komunikasi ada pesan yang disampaikan. Ketika komunikasi berjalan efektif maka pengiriman pesan bisa tersampaikan dengan baik.
"Ketika komunikasi berjalan efektif, maka pengiriman pesan dari orang tua ke anak begitupun sebaliknya bisa tersampaikan dengan baik. Sehingga akhirnya internalisasi nilai lebih terbentuk, dan ketika ada konflik bisa lebih mudah diselesaikan lewat komunikasi yang baik," ujarnya.
Artiarini juga menyampaikan, beberapa manfaat komunikasi jika proses tersebut terjalin dengan baik. Pertama, komunikasi dapat menumbuhkan dan menguatkan rasa saling percaya antar keluarga, teman dan lainnya.
"Ketika komunikasi terjalin dengan baik, itu berarti ada rasa saling percaya yang terjalin, karena masing-masing membuka dirinya sehingga orang lain bisa menangkap apa yang sebenarnya diinginkan," ujarnya.
Baca juga: 4 Cara Berkomunikasi dengan Staf Supaya Suasana Kerja NyamanLebih lanjut dia mengatakan, ketika kepercayaan sudah terjain maka hubungan dalam keluarga atau teman tersebut memiliki hubungan yang kokoh, sehingga ketika terdapat permasalahan apapun bisa diselesaikan dengan baik.
Kedua, ketika komunikasi berjalan efektif maka ketika terjadi konflik biasanya emosi dan perasaan pun akan lebih mudah untuk diatasi, dibanding mereka yang memang tidak terbiasa untuk melakukan komunikasi secara efektif.
"Misalkan tidak berkomunikasi sama sekali atau komunikasi yang berjalan itu tidak efektif karena tidak ada empati di sana, tidak ada kesediaan untuk mendengar aktif berarti kan akan lebih sulit untuk diselesaikan ketika ada konflik dan kemarahan itu," terangnya.
Selanjutnya manfaat ketiga, yaitu komunikasi dapat dijadikan sebagai salah satu sarana bagi siapapun, terutama orang tua untuk menanamkan nilai-nilai tertentu pada anak dan bisa memahami anak dengan lebih baik.
(sof)