Langit7, Jakarta - Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University berupaya mengembangkan potensi wisata Cibanteng Hijau.
Hal itu dilakukan melalui kerja sama dengan aparatur Desa Cibanteng yang terlibat dalam pengembangan desa wisata.
Dari riset yang dilakukan, pengembangan wisata Desa Cibanteng, Bogor dari sisi
supply dan demand wisata, akan dilakukan dengan konsep
zero waste village emission reduction. Setidaknya ada dua potensi wisata yang menonjol, yaitu wisata kolam ikan dan
waste management. “Irigasi dan kelola sampah bisa kita bicarakan dalam waktu dekat. Secara umum, salah satu hal penting yang diperlukan untuk membuat wisata di Desa Cibanteng, adalah akses jalan yang masih menjadi salah satu tantangan,” kata Ketua Tim Riset Wisata Cibanteng Hijau, Meti Ekayani dalam keterangannya, dikutip Rabu (2/2).
Baca juga: Mengulik Pesona Pantai Pinang, Surga di Ujung Selatan SulawesiDilansir ipb.ac.id, Dosen IPB University dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan ini menyebutkan, bentuk wisata yang disepakati adalah wisata edukasi. Di mana berfokus pada lingkungan dengan topik yang unik, sehingga menarik minat wisatawan.
“Untuk itu, diharapkan desa dapat mengoptimalkan sistem kelembagaan yang sudah ada,” ujarnya.
Wisata berbasis kekuatan lokal ini, kata dia, akan mendatangkan manfaat ekonomi sekaligus keberlanjutan lingkungan. Dengan mengoptimalkan fungsi yang ada di dalam dan menggaet mitra dari luar.
“Mitra dari luar ini untuk dukungan pembinaan dan pendanaan dengan tetap memperhatikan beberapa fungsi, seperti pemasaran, pengawasan, dan finansial. BUMDes juga dapat membuat suatu program dan melakukan pemetaan potensi di setiap RW/RT,” ungkapnya.
Baca juga: Keunikan Sejarah Objek Wisata Pantai MelastiSementara itu, Mukhlis dari pihak BUMDes Cibanteng mengatakan, keindahan alam bukan satu-satunya nilai jual yang ada di Cibanteng, tapi juga terdapat sisi edukasi.
"Apalagi berwirausaha dan wisata ini menargetkan anak milenial. Jadi alangkah baiknya wisata yang kita sediakan melihat kebutuhan yang dicari kaum milenial,” ungkapnya.
(zul)