LANGIT7.ID - , Jakarta - Menurut data Kementerian Kesehatan, per Desember 2021 tercatat ada 266.000 bidan di Indonesia. Namun, dari angka tersebut baru 37.000 bidan yang membuka praktiknya sendiri. Padahal, bidan juga ikut bertanggung jawab membantu 62 persen kelahiran dan pemeriksaan kehamilan di Indonesia.
Mengacu dari angka tersebut, bidan memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Berangkat dari alasan tersebut, Halodoc meluncurkan aplikasi Bidanku sebagai solusi layanan kesehatan digital bagi ibu dan anak.
Baca juga: Aplikasi PLN Mobile Diunduh 16,2 Juta Pengguna"Akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarat di berbagai wilayah. Peranan bidan dalam bantu jaga kesehatan ibu dan anak juga sangat penting di tengah kondisi penyebaran jumlah doket dan fasilitas kesehatan yang belum merata di Indonesia," kata CEO & Co-Founder Halodoc Jonathan Sudharta di acara peluncuran aplikasi “Bidanku”, Bantu Bidan Tingkatkan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak, Kamis (3/2/22).
Aplikasi Bidanku memiliki tiga fitur utama yaitu fitur pengingat pasien otomatis dan ringkasan kesehatan, manajemen pasien untuk mempermudah administrasi bidan dalam satu klik dan
in-app education library untuk mengedukasi pasien melalui cara yang interaktif.
Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Emi Nurjasmi melihat pentingnya implementasi teknologi kesehatan dalam mendukung kualitas bidan guna mewujudkan Indonesia Sehat 2045.
Baca juga: Dukung Perekonomian Umat, DD Tekno Perkuat Fitur Aplikasi Masjed.id"Adanya
platform digital mempermudah tugas bidan dalam menjangkau sasaran dan memberikan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan secara
realtime," kata Emi.
Ke depannya, keberadaan
telehealth diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Aplikasi Bidanku akan memperkuat ekosistem teknologi Halodoc yang sudah ada saat ini, yaitu menyederhanakan akses kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(est)