LANGIT7.ID - , Jakarta -
Kehamilan terjadi dari pertemuan sel telur dan sperma yang kemudian berkembang perlahan dari embrio menjadi janin. Masuk usia kandungan kedelapan minggu, embrio dapat disebut janin.
Bidan Jamilatus Sadiyah mengatakan janin dititipkan di dalam rahim. Rahim dari bahasa Arab berarti kasih dan sayang. Di mana artinya janin membutuhkan cinta dan penerimaan dari kedua
orang tua.
Baca juga: Rencanakan Kehamilan, Awali Skrining untuk Deteki KesehatanRahim diibaratkan sebagai sekolah pertama dan kedua orang tuanya adalah guru bagi janin. Artinya, apapun yang terjadi pada ayah dan ibu akan mempengaruhi anak yang ada di kandungan.
"Apapun yang dirasakan oleh ibu akan berpengaruh pada janinnya. Jika ibu mengalami stres risiko pada bayi akan menjadi misal melahirkan prematur,
obesitas, alergi, dan lainnya," kata Bidan Jamilatus Sadiyah dalam acara daring bertajuk "Belajar Teknik Hypnobirthing untuk Persalinan Nyaman dan Lancar", Kamis (9/6/2022).
Begitu juga dengan ayah. Meski jaraknya berjauhan, namun hubungan antara ayah dan janin yang dikandung ibu memiliki jalur
spirit yang tak terbatas jarak dan waktu.
Baca juga: Agar Janin Tumbuh Optimal, Berapa Berat Badan Ideal saat Kehamilan?Menurut tenaga kesehatan yang akrab disapa dengan panggilan
Bidan Mila ini, selain cinta, janin juga membutuhkan penerimaan. Dalam hal ini termasuk jenis kelamin.
Banyak pasangan yang menginginkan
jenis kelamin tertentu pada sang anak. Tanpa mereka sadari itu sebenarnya dikelola juga oleh bayi. Seperti yang dialami salah satu pasien Bidan Mila yang sangat menginginkan anak pertama bayi laki-laki.
"Ketiga di USG, jenis kelamin bayi tersebut tidak pernah ditunjukkan. Lalu, setelah kedua orang tuanya berbicara 'nak tunjukkan ya jenis kelaminmu, apapun itu kami akan terima,' kemudian di USG kembali dan ternyata bayinya perempuan," cerita Bidan Mila.
Baca juga: Kenali Waktu Tepat Cek Kehamilan dengan Test Pack"Reaksi sang ayah malah mengeluh, setelah diperhatikan postur bayinya tampak sedih karena mereka itu merasa tidak diterima. Jadi intinya, apapun yang kalian (orang tua) ucapkan itu dirasakan oleh bayi," jelasnya.
Mila menyarankan kedua orang tua untuk meminta maaf, sebab pada dasarnya janin itu juga pemaaf.
(est)