LANGIT7.ID - , Jakarta - Kehamilan menjadi kabar yang ditunggu-tunggu sebagian pasangan yang sudah menikah. Namun, tidak sedikit wanita yang memiliki ketakutan atau
kecemasan saat menjalani
kehamilan.
Bidan Jamilatus Sadiyah mengatakan ada beberapa ketakutan yang sering dirasakan ibu hamil. Dia pun membagikan kiat bagaimana cara mengatasinya agar tidak berpengaruh pada sang bayi.
Baca juga: Rencanakan Kehamilan, Awali Skrining untuk Deteki Kesehatan"Pertama, takut keguguran. Apalagi jika pada kehamilan pertama itu sudah pernah
keguguran. Kemungkinan besar di kehamilan kedua sang ibu akan sangat kepikiran," kata tenaga kesehatan yang biasa disapa Bidan Mila ini.
Bidan Mila meminta para ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir. Menurutnya keguguran tidak akan terjadi jika usia janin sudah lebih dari 20 minggu.
Ketakutan selanjutnya yang biasa dialami ibu hamil adalah takut tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa. Misalnya menjalani karir atau melakukan hobi seperti jalan-jalan.
"Untuk yang ini bisa diatasi dengan cara kita harus berkomunikasi dengan suami maupun keluarga yang dianggap sebagai support system," ucap Bidan Mila dalam acara daring Belajar Teknik Hypnobirthing untuk Persalinan Nyaman dan Lancar," Kamis (9/6/2022).
Kemudian ada ketakutan bentuk badan yang berubah. Meski banyak terjadi, namun Bidan Mila berpesan untuk tetap tenang, sebab tubuh akan kembali normal bila dibarengi dengan rajin olahraga.
Selanjutnya adalah ketakutan ditinggal suami. Menurut Bidan Mila hal ini biasa terjadi pada wanita yang sejak kecil kerap melihat lingkungan sekitarnya atau keluarganya setelah bersalin ditinggal suami.
Baca juga: Jangan Ribut Jenis Kelamin, Janin Butuh Penerimaan Orang Tua"Akhirnya memori tersebut melekat di dalam pikirannya. Akibatnya setelah tumbuh dewasa ia jadi takut," imbuhnya.
Berikutnya, takut dengan ruang bersalin atau
rumah sakit. Misal kamarnya terbilang seram dan lainnya.
"Untuk ketakutan ini sebelum kita melahirkan mungkin bisa
hospital tour. Jadi jalan-jalan ke rumah sakit sembari melihat-lihat ruangannya seperti apa dan lainnya. Kadang itu dapat mengurangi rasa ketakutan tersebut," tuturnya.
Ketakutan lain adalah takut nyeri kontraksi saat hari H persalinan. Untuk nyeri, ini merupakan ketakutan yang paling banyak dialami oleh para perempuan.
"Maka itu, penting untuk mengetahui bagaimana mengatasi nyeri karena tentu ada caranya. Sebab ketika Tuhan memberikan nyeri, tentu ia juga akan memberikan penangkalnya, itu sudah sepaket. Jadi tinggal bagaimana cara kita mau atau tidak untuk belajar dan menyiapkan diri," pungkasnya.
Baca juga: Agar Janin Tumbuh Optimal, Berapa Berat Badan Ideal saat Kehamilan?(est)