Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

SatuJantung 2.0, Aplikasi yang Bisa Selamatkan Penderita Henti Jantung

Muhajirin Jum'at, 16 Juni 2023 - 11:00 WIB
SatuJantung 2.0, Aplikasi yang Bisa Selamatkan Penderita Henti Jantung
SatuJantung 2.0, aplikasi yang bisa selamatkan penderita henti jantung
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi SatuJantung 2.0 yang bisa membantu penanganan kasus henti jantung. Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM yakni dr. Beta Ahlam Gizela.

Ide awal pembuatan aplikasi SatuJantung bermula saat mendapati putranya mengalami serangan jantung mendadak. Dari pengalaman itu, Beta ditemani sang suami, dr. Nurholis Majid, menciptakan alat yang bisa memberikan pertolongan bagi orang yang mengalami serangan jantung, terutama dalam kondisi tidak ada petugas kesehatan.

"Dokter yang menangani anak saya saat terkena serangan jantung mendadak saat itu berkata, 'mungkin anak bapak tidak akan selamat kalau bukan karena orang tuanya dokter'," kata Beta saat menceritakan ide awal pembuatan apk tersebut di laman UGM, Kamis (15/6/2023).

Baca juga:7 Tips Merencanakan Liburan Keluarga, Nggak Ribet dan Hemat Biaya

Aplikasi SatuJantung telah dirilis di playstore. Masyarakat umum dapat mengunduh aplikasi itu. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna bisa melakukan registrasi dengan memasukan data-data pribadi seperti nama, jenis kelamin, tanggal lahir, nomor telepon, nomor telepon keluarga yang dapat dihubungi, tensi, berat dan tinggi badan, riwayat merokok, riwayat diabetes, serta aktivitas fisik.

Apabila data-data tersebut telah dimasukkan, selanjutnya akan muncul hasil identifikasi risiko penyakit jantung dari pengguna. “Jika hasil perhitungan menunjukkan risiko tinggi sebaiknya menggunakan aplikasi ini,” ucap Beta.

Aplikasi SatuJantung dirancang dengan fitur utama berupa alarm bagi pasien serangan jantung dan henti jantung. Aplikasi ini bisa dijalankan cukup dengan satu klik pada tombol melayang.

“Jadi, ketika terjadi serangan, waktunya tidak lama dan tombol melayang ini bisa menyelamatkan penggunanya,” terang Beta.

Ketika tombol melayang diklik, nantinya akan muncul sejumlah informasi yang membantu petugas kesehatan dalam mengidentifikasi pasien. Beberapa informasi seperti tingginya risiko penyakit jantung, kontak keluarga yang bisa dihubungi, serta tombol emergency.

Penggunaan aplikasi ini ketika terjadi serangan jantung atau henti jantung bisa langsung mengklik tombol tolong. Lalu, ikuti petunjuk pertolongan pertama yang bisa dilakukan, sesuai dengan kondisi pasien.

Misalnya, pasien dalam keadaan sadar atau tidak sadar selanjutnya mencari bantuan orang lain untuk menelepon 119 (layanan ambulans).

“Saat ini aplikasi baru dikembangkan untuk versi android 10 ke bawah. Ke depannya akan dikembangkan untuk versi di atasnya dan bisa langsung menghubungkan dengan pihak rumah sakit dan layaanan ambulans,” jelas Beta.

Dalam aplikasi itu dilengkapi cara melakukan pijat jantung sebagai panduan untuk penolong yang belum pernah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil literature review, dari sekitar 10 dari 100 pasien henti jantung yang mendapat pertolongan pertama berupa pijat jantung bisa diselamatkan.

Baca juga:Haedar Nashir: Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan dan Bangun Kemajuan

Pasien henti jantung yang mendapat pertolongan pertama berupa pijat jantung memiliki kesempatan untuk tertolong tiga kali lebih besar daripada yang tidak mendapat pertolongan.

"Hadirnya aplikasi SatuJantung 2.0 ini diharapkan dapat membantu penanganan lebih banyak pasien henti jantung," ujar Beta.

penyakit jantung masuk dalam salah satu daftar penyakit pembunuh nomor satu di negara maju maupun negara berkembang. Berdasarkan laporan dari Global Burden of Disease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2014-2019 penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Sedangkan, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Bahkan, penyakit jantung ini menjadi beban biaya terbesar di data BPJS Kesehatan pada 2021 pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sebesar Rp7,7 triliun.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)