Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Haedar Nashir: Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan dan Bangun Kemajuan

Muhajirin Jum'at, 16 Juni 2023 - 09:36 WIB
Haedar Nashir: Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan dan Bangun Kemajuan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai Indonesia masih butuh kerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara besar
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai Indonesia masih butuh kerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara besar yang maju saat ini.

Salah satu bentuk kerja keras itu adalah mengakselerasi pendidikan untuk kemajuan peradaban bangsa. Menurut dia, pendidikan merupakan salah satu pilar utama penyokong kemajuan peradaban bangsa.

"Melihat berbagai kemajuan yang dicapai oleh negara-negara besar di dunia sekarang, Indonesia masih butuh kerja keras mengejar ketertinggalan tersebut," kata Haedar dalam agenda Milad ke-44 dan Wisuda ke-74 Universitas Muhammadiyah Palembang, Kamis (15/6/2023).

Baca juga:Usulan Indonesia Diterima Jadi Rekomendasi Konferensi IPU Mengenai Dialog Antar Iman

Haedar menyontohkan sejarah kemajuan Jepang yang sempat kalah pada perang dunia II. Jepang hanya membutuhkan waktu tidak sampai 50 tahun untuk membangun kembali bangsa dan negaranya.

"Kunci dari kemajuan Jepang adalah mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dipadukan dengan budaya tradisi mereka," ujar Haedar.

Dalam sejarah peradaban-peradaban besar dunia, pendudikan atau ilmu menjadi ciri yang menonjol dari sebuah peradaban. Haedar menyontohkan Yunani, Mesopotamia, Islam abad kemajuan, India, dan Cina.

"Peradaban-peradaban maju pada masa itu dibangun di atas pondasi pendidikan dan keilmuan yang kuat," ungkap Haedar.

Negara-negara tersebut memiliki tradisi besar. Indonesia, kata dia, juga memiliki jejak tradisi besar. Tetapi, setelah terlalu lama dijajah, dan pascakemerdekaan harus menata konsep bernegara berdampak pada keteringgalan.

“Hari ini di tengah prestasi yang maju, tetapi human development index kita di ASEAN kita masih nomor 6, daya saing kita masih di nomor 4 di ASEAN, bahkan jauh di kancah dunia. Bahkan rilis terakhir, bahwa tingkat kecerdasan orang Indonesia rank-nya di angka 78,49 dalam posisi 113, tidak jauh dari Timor Leste dan Papua Nugini,” ungkap Haedar.

Dia mengingatkan agar elite negeri dari pusat sampai daerah tidak pesta pora dengan membangun legacy fisik mahakarya. Padahal, pada saat bersamaan bangsa Indonesia masih tertinggal.

“Karena itu butuh concern dari semua pihak untuk mengakselerasikan, mendinamisasikan bahkan membangun langkah progresif terobosan di bidang pendidikan, dengan langkah strategis yang tidak terputus dari konstitusi, yakni membangun masa depan Indonesia, dan pendidikan nasional itu basic-nya adalah value iman, taqwa, akhlak mulia, nilai agama, menuju kecerdasan dan membangan peradaban bangsa, sebagaimana perintah Pasal 31 Undang-Undang Dasar 45,” tutur Haedar.

Bersandar pada UUD 45 menjadikan dalam membangun pendidikan tidak bersifat pragmatis dan pabrikasi yang terputus dari jiwa konstitusi. “Kita harus merancang bangun pendidikan yang mampu berdaya saing dengan bangsa-bangsa lain, dan itulah spirit dari pendidikan yang berkemajuan,” kata Haedar.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)