LANGIT7.ID, Canberra - Ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Termasuk di Australia. Menyadari hal itu, masyarakat muslim di negeri kangguru itu membentuk Masyarakat Ekonomi Syariah Australia demi menciptakan peluang ekonomi syariah yang lebih besar.
“Kita telah diperkuat oleh beberapa kalangan masyarakat dari lintas profesi, kalangan birokrat, tokoh masyarakat, dan pegiat lainnya. Ini peluang penting bagi kita untuk menciptakan potensi besar di dalam kepengurusan ini Kita sepakati tidak ada dikotomi keilmuwan antara ulama dengan praktisi, karena keduanya perlu bersinergi untuk kemajuan bersama,” ujar Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Australia, Shaifurrokhman Mahfudz dalam Workshop Pendirian dan Pengembangan Koperasi Syariah di Australia, Sabtu (24/7).
MES merupakan organisasi nirlaba yang memiliki tujuan mengembangkan dan mempercepat sistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sejak berdiri pada 2001, MES kini telah berkembang dalam kepengurusan, baik daerah, nasional, dan mancanegara.
Pada pertengahan 2020, pengurusan MES sudah mengalami perkembangan di beberapa negara, seperti Malaysia, Jepang, Arab Saudi, Jerman dan Inggris. Hingga pertengahan tahun ini sejumlah anggota komunitas muslim Indonesia di Australia, baik kalangan mahasiswa maupun pemukim tetap mulai membicarakan pendirian MES di wilayah khusus Australia.
“Pendirian MES Australia dipandang memiliki arti penting, mengingat negara ini memliki hubungan diplomatik, ekonomi maupun kerja sama erat dengan Indonesia. Selain itu juga ada diaspora Indonesia yang cukup besar di Australia, yang menyimpan potensi dan pengaruh terhadap perkembangan ekonomi syariah di masa yang akan datang,” ujarnya.
Berdasarkan data dari The Global Ecomony Growth pada 2018, disebutkan bahwa ummat Islam di dunia memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi dunia. Setidaknya sekitar USD2,1 triliun telah dibelanjakan muslim dunia untuk kebutuhan di bidang industri halal.
Menurutnya, ummat Islam memiliki peran penting dalam menentukan masa depan dan memastikan tren global ekonomi dunia. Peluang ini sekaligus menjadi ladang bisnis yang bisa dikembangkan di mana pun, termasuk di Australia.
“Diharapkan komunitas muslim Indonesia memainkan peran yang signifikan dalam menangkap peluang dan memenuhi kebutuhan terseut, termasuk pemenuhan lembaga keuangan syariah. Peluang bisnis di sektor industri halal antara Indonesia-Australia juga terbuka luas, terlebih dengan telah diratifikasinya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA),” katanya.
Ia berharap ada peranan dari pelaku usaha di sektor industri halal kedua negara yang bisa mendapatkan manfaat dari peluang dan perkembangan yang ada. Sehingga dapat memperoleh maslahat dan dampak positif yang luas bagi Indonesia, termasuk komunitas Indonesia di Australia.
“Dibalik tantangan yang besar dalam pengembangan ekonomi syariah juga terismpan peluang yang tak kalah besar. Berbekal dukungan seluruh pemangu kepentingan, MES Australia bertekad mengambil peran signifikan dalam meraih peluang dan mengatasi tantangan tersebut. Semoga ini bukan sekedar harapan kosong, tapi wujud dari sebuah realitas yang akan kita rasakan bersama-sama,” imbuhnya.
(zul)