LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap tanggal empat Februari, diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Banyak orang yang saat ini sedang berjuang melawan kanker dan berharap segera sembuh dari penyakit tersebut.
Dokter sekaligus penulis buku, "Kitab Pedoman Pengobatan Nabi", dr Agus Rahmadi mengatakan puasa dapat membantu mencegah kanker dalam tubuh. Amalan ini dapat membantu tubuh melawan sel kanker agar tidak bisa berkembang dan mati.
"Sel kanker adalah sel yang sangat rakus, reseptor penangkap makanannya banyak. Maka dari itu, tips pencegahan kanker adalah puasa. Karena ada penelitian, sel kanker pada tikus yang dipuasakan akhirnya mati karena tidak dapat berkembang," kata Agus Rahmadi, dikutip dari Youtube MRBJ TV, Ahad (6/2/2022).
Baca Juga: KH Ma’ruf Khozin Beberkan Pandangan 4 Mazhab soal Puasa RajabAgus Rahmadi menjelaskan beberapa perbedaan antara sel kanker dengan sel normal, yakni inti sel kanker ukurannya lebih besar dari pada sel normal dan terkadang bentuknya tidak teratur. Sel kanker mudah membelah diri walaupun belum matang dan sel kanker juga dapat memanupulasi diri dengan menggunakan topeng sehingga tidak dianggap musuh oleh imun tubuh.
"Perbedaan lainnya antara sel kanker dengan sel normal, kalau sel kanker itu tidak suka oksigen, sedangkan sel normal suka oksigen. Maka langkah konkritnya perbanyak menghirup oksigen yang sehat," kata Agus.
"Maka shalat subuh ke masjid bagus untuk memperbanyak asupan oksigen, dan saran saya perginya dengan berjalan kaki," lanjutnya.
Baca Juga: Ketahui 3 Cara Detoksifikasi sesuai Alquran dan Anjuran RasulullahSel kanker juga senang dengan glukosa, akan tetapi ATP atau energi yang dihasilkan oleh sel kanker justru sangat sedikit, sehingga tidak memberikan energi yang cukup bagi tubuh. Oleh karena itu orang yang terkena kanker badannya relatif jadi kurus dan terlihat sangat lemas karena kebutuhan tubuh akan energinya tidak terpenuhi.
Sel normal membutuhkan glukosa dalam jumlah tertentu, namun ia juga membutuhkan unsur lain seperti vitamin, protein, mineral, lemak, dan sebagainya. Glukosa diolah oleh sel normal dengan oksigen menjadi ATP atau energi yang berguna untuk tubuh.
Namun ada efek lain yang dihasilkan oleh pembakaran glukosa oleh oksigen, yakni senyawa radikal bebas. Menurut Agus Rahmadi, radikal bebas justru paling banyak terdapat di dalam tubuh setiap orang.
"Maka di sini pentingnya puasa agar tubuh tidak terlalu banyak memproduksi radikal bebas," ujarnya.
Baca Juga: Mimbar Masjid: Podium Ceramah Hingga Simbol Otoritas NegaraSel kanker juga senang hidup di lingkungan asam, sebaliknya ia tidak senang di lingkungan basa. Maka dokter Agus menyarankan agar memperbanyak makan sumber basa, seperti buah dan sayur.
"Penyebab kanker sampai sekarang belum diketahui, namun faktor pencetus kanker salah satunya adalah adalah makanan. Hindari makanan yang banyak mengandung gula dan pengawet, hindari juga makanan yang dimasak berulang-ulang," katanya.
Ia menambahkan agar seorang muslim memperhatikan dengan baik makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ia menjelaskan, Allah tidak menyuruh makan makanan yang enak tetapi menyuruh manusia makan-makanan yang baik dan halal, berarti makanan yang sehat untuk tubuh. Maka ibadah puasa menjadi penting karena dapat mengatur pola makan dengan baik.
"Tips dari saya perbanyaklah puasa agar tidak mudah terkena kanker," tuturnya.
Baca Juga: Benarkah Shaum di Bulan Rajab Bidah? Ini Kata Ulama(zhd)