LANGIT7.ID, Semarang - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Semarang mendorong pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengurus perizinan pangan industri rumah tangga (Pirt). Saat ini belum banyak pemilik UMKM yang telah memiliki Pirt pada produk pangan mereka.
“Memang kelemahan di perizinan. Teman-teman belum berizin, belum ada Pirt,“ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Agus Wuryanto di kanal Youtube Semarang Pemkot yang diunggah, Senin (7/2).
“Padahal untuk menuju sertifikasi halal, harus ada Pirt. Ini sedang kita dorong, kita dampingi ke Dinas Kesehatan Kota, untuk keluar itu (Pirt),” imbuh Agus.
Baca juga:
3 Prasyarat Kemandirian Ekonomi PesantrenAgus mengatakan, perizinan itu sangat penting. Para pelaku UMKM diminta untuk tidak pesimistis terlebih dulu dan dianggap sepele jika masih kecil tidak perlu berizin. Usaha mikro itu dimulai dari modal nol rupiah sampai jutaan.
“Langsung saja urus izin dengan nomor induk berusaha (NIB). Di sana nanti bisa berkolaborasi dengan dinas koperasi,” ujarnya.
Dikatakan, saat ini Dinas Koperasi dan UMKM memiliki program elektronik gerakan terintegrasi antara koperasi dan usaha mikro atau e-gerai kopi mi. Sebanyak 28.503 usaha mikro di Kota Semarang perlu ditumbuh kembangkan. Tidak hanya jadi mikro, tapi jadi usaha besar.
“Kalau sudah masuk e-gerai kopi mi, ada fasilitas, perizinan dipermudah, akan didampingi. Kualitas produk kita latih. Packaging dibuat sedemikian rupa, biar bersaing di dunia luar. Kelemahan usaha mikro ini packaging kurang,” ucapnya.
Baca juga:
Ini Tantangan Perbankan untuk Salurkan Pembiayaan kepada UMKMSelain itu, banyak fasilitas, di antaranya bisa mengajukan kredit sampai Rp5 juta dengan tanpa agunan. Pada tahun 2022, Pemkot Semarang menganggarkan Rp3 miliar untuk membantu packaging 500 untuk usaha mikro.
“Ini obsesi dari Pemkot Semarang. Kita ada banyak pendekatan untuk pelatihan, pemasaran, dan permodalan. Kita mendata secara teliti. Dari data itu apa yang dilakukan, pendataan dari izin mereka sudah berizin atau belum. Kalau usaha sudah berIzin tambah nyaman, tambah barokah,” ucapnya.
“Kalau usaha mikro kuliner, kita tingkatan kualitas termasuk packaging atau kemasan. Biar nendang,” bebernya.
(sof)