LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberi ruang pada komunitas dalam memanfaatkan ruang-ruang publik di wilayah DKI. Optimalisasi pemanfaatan ruang publik dilakukan dengan memfasilitasi kegiatan dongeng oleh pendongeng anak-anak, Paman Gery di Taman Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Taman Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan.
Dongeng Paman Gery mengusung tema Jakarta 4.0: Cerita Kota Kita, #TetapWaspada agar #AmandiSekolah. Kegiatan dilakukan secara online melalui livestreaming IG Live, yaitu akun @beritajakarta, @paman_gery, @dongenpamangery, dan @temanceritaku dengan melakukan prokes ketat sebagai antisipasi penambahan kasus positif Covid-19.
Dongeng memberikan pemahaman kepada siswa, guru, dan orang tua dalam menjaga protokol kesehatan di sekolah selama pembelajaran tatap muka (PTM), yang didahului dengan cerita untuk mencintai lingkungan. Kegiatan ini turut menggawangi penyempurnaan salah satu fitur aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang akan meluncurkan fitur pendaftaran dan penggunaan ruang publik.
Baca Juga: Pengobat Kangen, Film Seri Oki dan Nirmala Segera DigarapGery Puraatmadja, sebagai seorang penggerak komunitas dan pendongeng anak-anak yang dikenal juga sebagai Paman Gery, menyambut positif ide penggunaan ruang publik bagi komunitas dan warga kota. Menurut dia, ini sejalan dengan konsep Jakarta 4.0.
"Di mana warga mempunyai kebebasan beraktivitas di ruang publik seperti yang dicetuskan oleh Gubernur Anies Baswedan. Ruang publik akan menjadi tempat pembelajaran yang menyenangkan bagi anak anak," ujar Gery baru-baru ini.
Dalam lakon dongengnya, Paman Gery berkisah tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap hijau dan asri. Lewat dongengnya ini, Paman Gery menyampaikan pesan kepada anak-anak bahwa penghijauan sangat diperlukan untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta menjadi lebih bersih.
Baca Juga: AQL Peduli Bangun Rumah Peradaban untuk Korban Erupsi Semeru“Melalui mendongeng ini, kita mengampanyekan betapa pentingnya menjaga lingkungan sekitar kita. Agar tanaman bisa tumbuh subur maka harus dirawat dan dijaga bersama. Karena tanaman atau tumbuhan ini merupakan sumber oksigen, yang notabene kebutuhan masyarakat setiap saat,” kata Gery.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menyampaikan dalam waktu dekat, warga dan komunitas dapat secara langsung memanfaatkan ruang-ruang publik di DKI Jakarta dengan mendaftar melalui aplikasi JAKI.
“Melalui fitur komunitas di JAKI yang akan kami luncurkan dalam waktu dekat, warga dan komunitas bebas kapan saja mendaftarkan, memilih ruang terbuka, dan melakukan berbagai kegiatan, namun syaratnya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan 6M. Ini bentuk demokrasi pemakaian ruang publik dan fasilitasi pemprov bagi warga dan komunitas," jelas Atika.
Sebelumnya, kegiatan fasilitasi komunitas juga telah digelar melalui komunitas Eco Enzyme Nusantara yang melakukan sosialisasi pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme di Taman Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad (23 Januari 2021) lalu. Ke depan, kegiatan komunitas seperti ini secara rutin akan digelar di ruang-ruang publik lainnya di DKI Jakarta.
Baca Juga: Pria di India Bangun Replika Taj Mahal untuk Sang IstriGubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta menghadirkan Ruang Publik yang nyaman bagi warganya untuk beraktivitas maupun berinteraksi. Ruang publik merupakan prioritas dan menjadi salah satu ukuran capaian kinerja Pemprov DKI Jakarta.
Menurut dia, penataan kota pun melibatkan seluruh komponen masyarakat melalui kolaborasi, sehingga sesuai dengan konsep City 4.0 (Pemerintah sebagai kolaborator). Termasuk pembangunan taman sebagai ruang terpadu bermain dan belajar untuk anak.
Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan penyediaan Taman Maju Bersama sebanyak 86 lokasi, dengan perincian sebanyak 41 lokasi pembangunan dan 45 lokasi penataan (dari taman yang sudah ada). Hingga saat ini terdapat 57 Taman Maju Bersama yang sudah bisa dimanfaatkan warga untuk beraktivitas. Kemudian, 12 Taman Maju Bersama sedang dalam tahap pembangunan.
Baca Juga: Usia 2 Tahun Saatnya Lepas ASI, Sapih Anak dengan Kasih Sayang(zhd)