Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Perlukah Vaksin Covid-19 Dosis Keempat? Ini Kata CDC

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 08 Februari 2022 - 09:00 WIB
Perlukah Vaksin Covid-19 Dosis Keempat? Ini Kata CDC
Ilustrasi tenaga medis yang siap memberi vaksinasi tambahan. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Tiga dosis vaksin tampaknya belum cukup untuk orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan dosis keempat untuk perlindungan optimal terhadap COVID-19.

Rekomendasi ini muncul di tengah laporan beberapa apotek di Amerika yang menolak orang yang meminta dosis lain meskipun sudah mendapat vaksinasi tambahan atau booster.

Baca juga: Status Vaksinasi Booster Jadi Syarat Bepergian di Arab Saudi

Badan kesehatan masyarakat tersebut merevisi pedomannya karena ada "kebingungan" tentang rekomendasi untuk kelompok immunocompromised. Sebelumnya pada Oktober lalu, CDC telah mengeluarkan panduan yang merekomendasikan dosis keempat.

Dengan panduan yang diperbarui, CDC mengatakan orang dengan sistem kekebalan yang lemah harus menunggu dalam waktu yang lebih singkat untuk mendapatkan dosis booster tambahan di tengah pandemi COVID-19.

Bagi penerima vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna, waktu tunggu untuk dosis keempat telah diturunkan menjadi tiga bulan dari lima bulan. Kurun waktu tersebut berdasarkan data yang terkumpul dari peneliti tentang efektivitas vaksin dalam berbagai penelitian.

Sedangkan bagi penerima vaksin Janssen Johnson & Johnson, suntikan booster pertama setidaknya 28 hari setelah suntikan pertama dan harus menunggu setidaknya dua bulan sebelum mendapatkan booster kedua.

Menurut para ahli, orang dengan gangguan kekebalan harus mendapat vaksin booster karena mereka berisiko lebih tinggi terinfeksi bahkan jika mereka telah divaksinasi lengkap.

Baca juga: BPOM Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm sebagai Booster

Orang dengan gangguan kekebalan juga cenderung menderita komplikasi COVID-19 yang parah setelah terinfeksi. Selain itu, mereka berpotensi menyimpan mutasi yang mengarah ke strain yang lebih ganas.

“Dalam dua bulan terakhir, saya telah melihat banyak dari pasien immunocompromised ini yang telah mengikuti semua aturan masih memiliki infeksi terobosan yang signifikan. Dan saya benar-benar berpikir bahwa ini akan membantu secara dramatis,” kata direktur klinis dan spesialis penyakit menular Camille Kotton kepada Washington Post.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)