LANGIT7.ID - , Yogyakarta - Pusat Studi Ekonomi Universitas Gadjah Mada (Pustek UGM) bersinergi dengan Bank Indonesia menginisiasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kolaborasi tersebut menghadirkan penguatan bisnis energi ramah lingkungan berbasis masyarakat. Kerja sama itu diwujudkan dengan pembentukan Serikat Surya Handayani (SSH) di Graha Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Ummat, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Baca juga: DPR: Bank Indonesia Perlu Mengawasi CryptocurrencyRektor UGM, Panut Mulyono mengatakan, nantinya warga yang tergabung dalam SSH ini bakal mengelola PLTS bertenaga 12 ribu watt peak. Dengan melibatkan kemitraan BMT Ummat, pelaku usaha UMKM, dua sekolah SMK dan mitra industri di bidang teknologi energi terbarukan.
“PLTS ini nantinya dimanfaatkan untuk mendukung usaha olahan produk biofarmaka dan usaha batik Gunungkidul,” kata Panut dalam keterangannya, dikutip Rabu (9/2/2022).
Selain itu, PLTS yang diperoleh dari hibah BI ini juga dapat digunakan para petani tegan, termasuk menggunakan pompa surya berjalan atau
mobile solar water pumping system. Di mana pompa ini berfungsi untuk mengangkat air ketika musim kemarau.
“Pompa surya ini akan banyak berfungsi di bila sudah musim kemarau, nantinya bisa disewa dengan biaya terjangkau,” ujar Panut.
PLTS yang dikelola anggota SSH ini juga memiliki berbagai manfaat yang bisa dirasakan masyarakat sekitar. Di antaranya seperti mengairi sawah, memasok kebutuhan air di tempat ibadah, hingga bisnis air minum.
Sementara penghasilan dari bisnis tersebut digunakan untuk perbaikan dan perawatan rutin komponen panel surya, yang diperkirakan mampu beroperasi hingga lebih dari 20 tahun.
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Arif Hartawan menyebutkan, hal tersebut merupakan upaya dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, seiring dengan pengembangan ekonomi hijau demi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar energi fosil.
“Ekonomi hijau menjadi perhatian pada pertemuan pemimpin G20. Kita memiliki peluang cukup besar karena memiliki sumber energi dari angin, panas bumi dan panas matahari,” jelasnya.
Baca juga: 23 Patriot Energi Terpilih untuk Terangi Desa dengan PLTSPengembangan EBT ini diharapkan dapat digunakan secara optimal pada lahan kering pertanian yang sebagian besar melingkupi wilayah Gunungkidul.
Seperti diketahui, di Gunungkidul sendiri sekitar 70-80 persen penduduk bekerja di sektor pertanian. Sehingga EBT dapat menjadi solusi kebutuhan untuk pengangkatan air.
“Kita harap kegiatan ini menjadi simpul, bisa tersambung dan terintegrasi dengan baik dengan daerah lainnya sehingga bisa menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi baru,” tambahnya.
(est)