LANGIT7.ID, Canberra - Ketua Umum Masyrakat Ekonomi Syariah (MES) Australia, Shaifurrokhman Mahfudz mengatakan pihaknya akan mewujudkan gerakan sosial Islam di Australia.
Hal ini menjadi ikhtiar dalam menjalani proses perubahan masyarakat dari hal mendasar, menggunakan pendekatan historis-kultural dan kesejahteraan budaya dengan tujuan meraih kemaslahatan bersama.
Pengurus Pusat MES telah mengesahkan secara resmi kepengurusan wilayah khusus Australia dan menjadikan Shaifurrokhman Mahfudz sebagai Ketua Umum MES Australia 1441-1444 Hijriah.
Berbicara pada Workshop Pendirian dan Pengembangan Koperasi Syariah di Australia, Sabtu 24 Juli 2021 kemarin, ia menyebutkan ada empat strategi yang akan dilakukannya untuk mencapai penguatan ekonomi syariah di Australia, yakni:
Literasi dan Riset Ekonomi Keuangan Syariah di AustraliaMelalui penguatan literasi dan riset yang akan dilakukan, ia berharap ekonomi dan keuangan syariah di Australia dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat. Ia mengatakan, perlunya riset kuat dan data akurat yang akan digunakan sebagai referensi pelaku industri, agar bisa mengembangkan potensi keuangan syariah di Australia.
“Tapi memang kita belum menemukan langkah tepat untuk melakukan pendekatan terbaik agar masyarakat bisa memiliki kepercayaan untuk bisa menginvestasikan, dan mempercayakan pengelolaan keuangan terhadap lembaga keuangan syariah di Australia.
Optimisasi SyariahPergerakan dan pengembangan ekonomi syariah tidak akan terwujud jika para pendukung yang menjadi kunci utama tidak melakukan perannya. Shaif, sapaan akrab Shaifurrokhman, akan menggandeng beberapa pihak terkait dalam penguatan ekonomi syariah, melalui sistem atau rancangan yang nantinya bisa mendapat fungsi dan efektivitas yang tinggi.
“Kita akan optimalkan semua potensi yang dimiliki para tokoh masyarakat, termasuk organisasi masyarakat, dan memberikan keyakinan kepada pemerintah, termasuk pelaku industri di Australia,” ujarnya.
TeknologiPihaknya juga akan mengandalkan perkembangan teknologi dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indoneisa. Menurutnya, hal ini bisa menghasilkan produk keuangan syariah yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ini akan menjadi penunjang industri syariah di sini, karena kekuatan teknologi akan membantu masyarakat terkait nilai kompetitif yang bisa dipersembahkan oleh industri keuangan syariah. Sehingga bisa menjadi produk alternatif yang manfaatnya bisa dirasakan para nasabah dan mereka yang terlibat,” ujarnya.
Pendirian Lembaga Keuangan SyariahUntuk mendukung kebutuhan para pelaku ekonomi syariah, Shaif mengatakan akan melakukan percepatan pendirian terhadap lembaga keuangan syariah di Australia. Mengingat, lanjut dia, institut keuangan syariah selama ini ada merupakan milik negara lain dan bukan milik Indonesia.
“Kata harus punya keterpanggilan dan keyakinan untuk bisa mewujudkan, asal punya semangat bersama, dan kemauan untuk bisa menghasilkan yang besar dan mendapatkan manfaat yang bisa dirasakan semua pihak,” tutupnya.
(zul)