LANGIT7.ID, Jakarta - Di Indonesia, ada banyak kampus berbasis nilai-nilai keislaman. Beberapa kampus bahkan sudah ada sejak zaman dulu dan terbilang besar, jika dilihat pada masa sekarang. Ada pula kampus-kampus baru yang didirikan berbasiskan Islam.
Poin tersebut menjadi salah satu nilai jual yang berbeda dari kampus-kampus umum. Di sisi lain terdapat juga kebutuhan akibat akhlak kaum muda kian tergerus. Dengan tujuan itu, lingkungan kampus pun dibentuk sedemikian rupa agar nilai-nilai keislaman dapat diamalkan dengan baik.
Mengutip
worldscholarshipforum, seorang mahasiswa bisa memperdalam keimanan dan menikmati kehangatan komunitas muslim jika kuliah di universitas Islam. Ini menjadi kabar baik, sebab ada banyak universitas Islam di dunia dan memiliki kualitas tak kalah saing dengan kampus umum.
Universitas Islam bukan hanya kampus yang menawarkan program studi Islam, atau pun diperuntukkan bagi kaum muslim semata. Kampus Islam memiliki banyak fakultas, hanya saja ia memiliki identitas khas muslim.
Universitas-universitas Islam menawarkan berbagai program gelar dan kursus di hampir semua bidang studi. Namun, setiap program itu membawa identitas Islam dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Kampus Islam juga selalu menawarkan studi untuk pendalaman iman.
Penganut agama lain atau non muslim juga bisa berkuliah di universitas Islam. Bisa mengambil fakultas umum atau pun sekadar mengetahui ajaran Islam.
Alasan Memilih Universitas Islam untuk KuliahAda beberapa alasan calon mahasiswa dianjurkan kuliah di universitas Islam. Pertama, kaya akan sejarah. Islam merupakan agama yang menjadikan pendidikan atau menuntut ilmu sebagai salah satu prinsip utama.
Umat Islam tidak hanya dituntut memperkuat keimanan, tapi juga tumbuh secara akademis. Antara abad ke-10 dan ke-13, ketika Eropa masih terbelakang secara intelektual, cendekiawan muslim sudah berada di puncak peradaban.
Ada banyak tempat-tempat belajar didirikan untuk mengkaji berbagai bidang keilmuan seperti seni, filsafat, kedokteran, sastra, kimia, fisika, hingga geografi. Pada periode tersebut, dunia Islam memberikan kontribusi besar di bidang akademik dan seni.
Misal, cendekiawan Muslim Ibn al-Haytham (Alhazen) yang lahir pada tahun 965 M merumuskan metode ilmiah dan mengembangkan mekanika langit. Para akademisi saat ini menyebutnya sebagai ilmuwan sejati pertama di dunia.
"Anda akan dikelilingi oleh sejarah yang kaya dan lebih banyak lagi di perguruan tinggi Islam," tulis laman
worldscholarshipforum, dikutip Rabu (9/2/2022).
Kedua, kualitas pendidikan. Universitas-universitas Islam di dunia memiliki kualitas pendidikan terbaik, seperti Universitas Kairo yang dibaiat sebagai universitas Islam terbaik di dunia. Ada pula Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan beberapa kampus Islam lain seperti Universitas Islam Gaza, Palestina, hingga kampus-kampus Islam di Turki, India, dan Arab Saudi. Kampus-kampus tersebut menawarkan pendidikan kelas dunia.
Ketiga, Kampus Islam menjadi bagian dari gerakan transformatif. Islam sebagai agama memiliki keunikan tersendiri. Sementara Islam mengajarkan perdamaian, agama lain menganggap mereka bermusuhan.
Mahasiswa di Kampus Islam akan menikmati kekayaan agama Islam dengan belajar di universitas Islam dan menjadi pendukung perubahan.
Universitas Islam telah menjadi pemain penting dalam membentuk pemikiran keagamaan di komunitas muslim global. Mereka menghubungkan muslim dari berbagai belahan dunia dan memajukan program intelektual, politik, dan teologis tertentu melalui pengajaran, penerbitan, pengorganisasian, dan dakwah.
(jqf)