LANGIT7.ID - Salah satu sekolah Islam yang banyak menjadi rujukan bagi Orang Tua menyekolahkan anaknya adalah Sekolah dengan jenis Sekolah Islam Terpadu (SIT). Hampir di seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia telah berdiri Sekolah Islam Terpadu dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Keberadaan SIT yang semakin marak hadir di Indonesia sebagian berada di bawah satu payung Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), sebagian lainnya berada di bawah yayasan pendidikan Islam, baik yang berada dibawah naungan organisasi tertentu seperti NU dan Muhammadiyah, atau yayasan pendidikan yang hanya bergerak di bidang pendidikan Islam.
Menurut Riset yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Tengah, Sekolah Islam Terpadu (SIT) menjadi favorit sebab menghadirkan solusi tepat bagi Orang Tua yang ingin menyekolahkan agar bisa mengenyam pendidikan umum sekaligus pendidikan agama.
“Sekolah Islam Terpadu dimaknai sebagai sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum,” jelas makalah riset tersebut.
Lantas bagaimana sesungguhnya implementasi pendidikan di SIT dan bagaimana “keterpaduan” yang menjadi ciri khasnya?
Sekolah Islam terpadu menekankan pada penanaman mata pelajaran keagamaan seperti teologi (akidah), moral (akhlak), dan ibadah praktis, yang bertujuan mengembangkan karakter dan moralitas keislaman siswa yang diterapkan dalam cara berpikir, bersikap, dan praktik kehidupan sehari-hari.
Dengan pola pendidikan demikian, Orang Tua banyak merasakan perubahan dan peningkatan akhlak dalam perilaku anak diantaranya karena anak dibiasakan membaca doa sehari-hari.
Selain itu, SIT berkembang pesat karena memiliki muatan pelajaran agama Islam yang lebih kaya ketimbang sekolah Islam pada umumnya. Bahkan sebagian besar memiliki program unggulan berupa pelajaran hafalan hadits dan Tahfidz al-Qur’an.
Dengan demikian, konsep sekolah Islam terpadu berupaya untuk memadukan kurikulum pendidikan nasional dengan pendidikan karakter yang kental dengan nuansa keislaman, dengan menggandeng orang tua dan guru untuk bersama-sama mendidik anak.
Dinamika SIT di Indonesia berkembang cukup pesat, ditandai dengan maraknya kemunculan sekolah-sekolah berlabel Islam Terpadu, mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Kemunculan SIT mendapat sambutan hangat oleh masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke atas di lingkup perkotaan yang menganggap kehadiran SIT sebagai solusi terbaik di tengah ‘ancaman’ pengaruh buruk globalisasi bagi pendidikan anak mereka.
(jqf)