LANGIT7.ID, Jakarta - Allah menurunkan wahyu kepada Nabi dan Rasul sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan. Wahyu yang disampaikan adalah syariat yang berkaitan dengan ajaran agama, hukum, dan muamalah.
Namun, tidak semua yang menerima wahyu adalah Nabi dan Rasul. Al-Qur'an menginfomasikan bahwa mereka yang menerima wahyu beberapa di antaranya adalah hewan dan alam semesta.
Berikut makhluk Allah yang menerima wahyu dari Allah tetapi bukan Nabi dan Rasul:
1. MaryamMaryam adalah ibunda Nabi Isa Alaihissalam. Dalam Al-Qur'an dijelaksan bahwa Maryam juga menerima wahyu dari malaikat Jibril dan dengan tegas bahwa ibunda Nabi Isa adalah wanita suci dan terpilih. Momen Maryam menerima wahyu diceritkan Allah dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 42-43:
Baca Juga: Pengertian Wahyu Menurut Bahasa dan Istilah“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
2. YokhebedYokhebed (Yukabad) adalah nama ibu kandung Nabi Musa alaihisssalam yang tercantum dalam Alkitab. Sedangkan Al-Qur'an tidak menginformasikan siapa nama Ibu Nabi Musa. Ibunda Nabi Musa ‘alaihissalam juga disebutkan dalam Alquran telah menerima Wahyu.
“Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS. Al-Qashash: 7).
3. LebahHewan yang dikisahkan menerima wahyu dari Allah adalah lebah. Namun, pemberian wahyu dalam hal ini bukan berarti Allah mengangkatnya menjadi Nabi. Wahyu di sini berarti Allah mengilhamkan sebuah informasi kepada lebah.
Baca Juga: Pengertian Al-Quran dan Keutamaan Membacanya“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.” (QS. An-Nahl: 68).
4. LangitLangit pun menerima wahyu dari Allah, tapi bukan berarti ia adalah Nabi. Wahyu dalam hal ini berarti Allah meletakkan sunnatullahnya kepada langit untuk mengatur mekanismenya sendiri.
Baca Juga: Berikut Nama-nama Lain Kitabullah Selain Al-Quran“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 12).
5. BumiBumi yang kita tinggali sekarang juga menerima wahyu dari Allah, tetapi bukan Nabi. Bumi menerima wahyu artinya ia menerima perintah dari Allah untuk melakukan sesuatu sebagaimana tertuang dalam Surat Az Zalzalah.
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya, “Mengapa bumi (jadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukankepadanya.” (QS. Az-Zalzalah: 1-5).
Baca Juga: Canggih, Angkasa Pura II Gelar Rapat Virtual di Metaverse(zhd)