LANGIT7.ID, Jakarta - Wahyu menurut bahasa adalah sebuah pemberitahuan yang cepat dan disampaikan secara rahasia. Dikatakan, wahaitu dan auhaitu bila seseorang ingin memberitahukan sesuatu yang bersifat rahasia.
Syaikh Manna Al-Qaththan dalam Pengantar Studi Ilmu Alquran menjelaskan, wahyu mengandung makna isyarat yang cepat. Hal itu terjadi biasanya melalui pembicaraan yang berupa simbol, suara, ataupun isyarat anggota badan.
Al-wahy (wahyu) adalah kata infinitif (masdhar) yang menunjuk pada dua pengertian dasar, yakni tersembunyi dan cepat. Oleh karenanya dikatakan, "Wahyu ialah informasi secara tersembunyi dan cepat yang khusus ditujukn kepada orang tertentu tanpa diketahui orang lain."
Adapun wahyu menurut istilah adalah kalam Allah yang berisi perintah atau ajaran agama yang disampaikan kepada Nabi atau Rasul. Menurut Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, wahyu adalah nama bagi sesuatu yang dituangkan dengan cara cepat dari Allah ke dalam dada nabi-nabi-Nya, sebagaimana juga digunakan untuk lafadz Al-Qur'an.
Muhammad Abduh dalam Risalah At Tauhid mendefinisikan wahyu sebagai pengetahuan yang didapati seseorang dalam dirinya dengan suau keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah. Baik melalui perantara maupun tidak, misalnya melalui suara yang terjelma dalam telinganya atau bahkan tanpa suara.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”