Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kinerja Asuransi Syariah Kembali Sumringah

fajar adhitya Senin, 28 Juni 2021 - 11:28 WIB
Kinerja Asuransi Syariah Kembali Sumringah
Ilustrasi kenaikan penggunaan asuransi syariah di masa pandemi Covid-19. Foto: AASI
LANGIT7.ID, Jakarta - Kinerja asuransi syariah kembali merangkak naik pada kuartal pertama tahun ini. Pandemi Covid-19 membuat minat masyarakat terhadap perlindungan asuransi syariah meninggi, menjadi penopang kepercayaan investor menanamkan modalnya.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Tatang Hidayat mengambarkan, terjadi kenaikan pendapatan premi yang luar biasa karena mampu tumbuh 45,29 persen pada kuartal pertama 2021 dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Nilainya mencapai Rp5,82 triliun.

Kondisi asuransi syariah yang mulai membaik ini diharapkan dapat menjadi modal untuk melesat lebih kencang lagi seiring membaiknya perekonomian nasional. Sehingga, kata Tatang, lini asuransi syariah bisa turut menggairahkan perekonomian syariah.

"Ini bisa jadi pesan semua pihak baik regulator, investor, pelaku usaha peserta yang menunjukkan bahw asuransi syariah siap menyongsong dan jadi tulang punggung perekonomian syariah," katanya dalam konferensi pers virtual Kinerja dan Analisa Industri Asuransi Syariah Indonesia Triwulan I-2021, Senin minggu kedua Juni 2021.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2021 tercatat minus 0,74 persen. Sektor jasa kuangan menyumbang angka minus 2,99 persen dalam pembentukan angka negatif pertumbuhan ekonomi. Dengan angka jasa keuangan yang minus, aset asuransi syariah justru naik 7,32 persen menjadi Rp44,13 triliun.

Porsi aset industri didominasi oleh asuransi jiwa sebesar Rp35,9 triliun atau 81,37 persen. Kemudian ditambah aset asuransi umum syariah senilai Rp6,14 triliun atau menyumbang 13,9 persen dan reasuransi syariah senilai Rp2,08 triliun atau 4,71 persen.

Klaim bruto tercatat tumbuh 56% (yoy) menjadi Rp 4,88 triliun. Membuat rasio klaim dana tabarru' asuransi syariah di Indonesia tumbuh paling tinggi dengan capaian 94,67 persen.

Kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah membuat investor melirik. Tatang mengungkapkan, asuransi syariah berhasil membukukan Rp36,28 triliun, tumbuh 3,29 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Saham syariah mendominasi komposisi investasi senilai Rp12,18 triliun.

Kemudian reksa dana syariah Rp7,85 triliun, surat berharga syariah negara (SBSN) Rp7,50 triliun, dan deposito Rp 6,18 triliun. Sisanya sebesar Rp 2,41 triliun pada sukuk, dan Rp 147 miliar pada instrumen investasi lainnya.

"Bagi investor hal ini bisa menarik untuk berinvestasi di bidang perasuransian syariah," kata Tatang.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)