LANGIT7.ID, Yogyakarta - Ada 3 tips mengolah
tanaman herbal menjadi obat supaya lebih berkhasiat. Cara ini tentu harus diketahui masyarakat agar keinginannya lebih sehat bisa terwujud.
Permintaan masyarakat terhadap produk herbal terus meningkat di tengah pandemi Covid-19. Produk ini diyakini menjadi alternatif bagi masyarakat yang enggan mengonsumsi multivitamin komersil.
Memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia mengolah tanaman herbal menjadi obat. Semisal Tempuyung, tanaman bernama latin Sonchus arvensis ini berguna sebagai obat batu ginjal.
Baca Juga: Akademisi Didorong Ciptakan Terobosan Baru dalam Penciptaan Obat HerbalLalu tanaman Mimba (Azadirachta indica) sebagai obat diabetes, Purwoceng (Pimpinella pruatjan) untuk meningkatkan gairah seksual, Pegagan (Centella asiatica) untuk menghambat penuaan, dan lainnya.
Pakar Obat Herbal Fakultas Farmasi UGM, Djoko Santosa menegaskan, masyarakat tetap memperhatikan cara mengolah dan mengonsumsi berbagai tanaman herbal yang ada.
Berikut tips mengolah tanaman herbal menjadi obat:
1. Pastikan BahannyaMemastikan kebenaran dari tanaman yang hendak dikonsumsi merupakan hal penting. Sebab, jika terjadi kesalahan bahan maka khasiat yang diharapkan sulit didapat. Bahkan, dikhawatirkan tanaman yang dikonsumsi malah dapat memberikan efek buruk pada tubuh.
"Contoh, ketika harusnya mengonsumsi Lempuyang Wangi untuk niat menurunkan kolesterol, tapi karena salah identifikasi malah mengonsumsi Lempuyang Gajah yang malah menambah kegemukan. Jadi, efeknya bisa berkebalikan," kata Djoko Santosa.
2. Cek Waktu Panen Djoko menjelaskan, waktu panen ini turut mempengaruhi khasiat dari tanaman herbal. Dia menjelaskan, jika bagian yang dikonsumsi adalah daun dari tanaman herbal, perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk memanennya.
"Daun sirih hijau atau daun teh cocok dipanen pagi hari. Sementara daun cengkeh dipanen malah setelah dia gugur, karena kandungan Metil Eugenol-nya sangat tinggi sekali setelah gugur," ujarnya.
3. Cara Olah TanamanDalam cara pengirisan misalnya, Djoko menuturkan, pengirisan menggunakan pisau sebaiknya mengikuti arah dari serat yang bakal diiris. Jika tidak, khasiat dari obat herbal tersebut bisa mengalami penurunan.
(bal)