LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 cara keloloa
keuangan sesuai syariah. Metode ini menjadi pedoman bagi seorang Muslim dalam mengatur pemasukan dan menyeimbangkannya dengan pengeluaran.
Pengelolaan keuangan sesuai syariah ini bukan sekadar menyiapkan berbagai kebutuhan dunia, tapi juga menabung untuk akhirat. Jangan sampai pola yang sering dipakai umat, malah menyimpang dari kaidah-kaidah yang diajarkan Rasulullah.
Adapun Islam membolehkan seorang Muslim mengelola keuangan dengan investasi yang aman dan halal. Hal ini untuk menyiapkan diri dan keluarga, semisal tabungan pendidikan, hari tua dan keperluan masa depan lainnya.
Baca Juga: Tips Sukses Berwirausaha Syariah, Kuasai Pasar Halal GlobalLalu bagaimana sebenarnya cara mengatur keuangan secara syariah? Berikut tips yang dirangkum
Langit7.id dari berbagai sumber:
1. Harta Jangan DitimbunDalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menentang perilaku menimbun barang. "Rasulullah bersabda, orang yang menimbun barang maka ia berdosa." (HR Muslim).
Sebab, hal itu disebutkan bukan hanya menyebabkan kerugian fisik dan sosial, tapi juga keselamatan jiwa, sehingga berpotensi membahayakan banyak orang dan hanya menguntungkan segelintir orang.
2. Perhatikan HedonismeDikutip dari kanal YouTube
Finansilaku.com, hedonisme atau hidup bermewah-mewahan mendapatkan perhatian khusus dalam Islam. Perilaku itu jelas dilarang, karena dianggap berlebih-lebihan dalam memanfaatkan harta untuk kepentingan pribadi.
Kasus ini dapat dicontohkan jika seseorang membeli sebuah produk yang melampaui kapasitas kebutuhannya, sehingga menjadi mubazir.
Selain israf, Islam juga melarang umatnya untuk berbuat tabzir, yang artinya menghamburkan harta untuk sesuatu yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat.
3. Perbanyak SedekahUmat Islam tentu sudah akrab dengan anjuran bersedekah. Di mana setiap muslim dengan amanat harta yang berlebih diharuskan untuk mengeluarkannya kepada orang yang membutuhkan.
Sebagai contoh, dalam situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak kerugian di sektor perekonomian rakyat. Namun, instrumen keuangan Islam seperti Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) menjadi penting dalam membantu dan meringankan beban masyarakat terdampak.
4. Menabung dan InvestasiSebagai bagian dari upaya perencanaan keuangan masa depan, menabung atau menyisihkan sebagian uang juga perlu dilakukan oleh setiap muslim.
Hal ini dikarenakan setiap orang tidak pernah tahu akan kejadian (musibah) di masa mendatang. Sehingga merencanakan keuangan untuk keperluan tidak terduga ini juga harus menjadi perhatian.
Namun, Sahabat
Langit7 juga perlu menggunakan jasa keuangan syariah, seperti perbankan syariah dan asuransi syariah.
(bal)