LANGIT7.ID, Jakarta - Bulan Ramadhan atau bulan puasa adalah bulan yang dinanti-dinantikan. Umat Islam senantiasa merindukan Ramadhan, baik karena suasana yang berbeda maupun sebagai bulan di mana Allah melipatgandakan amal ibadah.
Prof Dr Mustafa As Siba'i dalam "Hikmah dan Falsafah Puasa" menguraikan empat tipe masyarakat muslim dalam menyikapi bulan suci Ramadhan. Berikut uraiannya dikutip buku Tarhib dan Amaliyah Ramadhan karya M Ridwan Yahya.
1. Ramadhan adalah Bulan IbadahSebutan lain untuk Ramadhan adalah Syahrul Ibadah atau Bulan Ibadah. Sebab pada bulan kesembilan Hijriah ini antusiasme umat Islam dalam beribadah cenderung bergairah.
Baca Juga: Rasul dan Ramadhan, Sambutan Suka Cita dan Gemuruh SpiritualMereka yang benar-benar meyakini keistimewaan Ramadhan sebagai bulan ibadah tidak akan menyia-nyiakan momentum tahunan ini. Hari-harinya dihiasi dengan memperbanyak ibadah sunnah, menjaga ibadah wajib sekaligus meningkatkan kualitasnya.
2. Bulan MusimanNuansa Ramadhan yang dipenuhi tradisi memang selalu dirindukan, seperti suasana Tarawih, ngabuburit, adanya program televisi khusus Ramadhan, kuliner khas, dan semacamnya. Momen seperti ini tidak ada pada bulan-bulan lainnya.
Mereka yang masuk dalam tipe ini cenderung menjadikan Ramadhan sebagai bulan seremonial. Yang lebih parah, menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat, berpanjang tidur, tidak bergairah dengan alasan puasa, ngabuburit tak bermanfaat.
3. Ramadhan sebagai Bulan LaparOrang yang hanya memandang Ramadhan sebagai bulan lapar tidak mampu ditahan oleh perutnya, dan bulan haus yng tidak mampu ditahan oleh kerongkongannya. Mereka sangat tidak berkeinginan untuk tidak berpuasa, tetapi mereka sembunyikan dihadapan orang lain.
Baca Juga: Pesona Masjid Jami Al Fajri, Nikmati Ibadah Ramadhan Seperti di TurkiLebih parah, mereka terang-terangan masuk ke rumah makan dan menyantap hidangan dengan lahapnya. Mereka merasa biasa saja dengan sikapnya yang mengabaikan kewajiban agama bahkan makan dan minum secara terang-terangan.
4. Ramadhan sebagai PenghalangYakni orang yang memandang Ramadhan hanya sebaai penghalang yang tidak ada manfaatnya. Bagi mereka, Ramadhan tidak lebih dari tradisi keagamaan yang tidak punya arti dan karenanya tidak perlu dipertahankan.
Mereka sengaja tidak berpuasa, bahkan mereka melakukannya dengan cara terang-terangan tanpa rasa malu dan berbangga. Bahkan, mereka sering mengejek dan mengolok-olok orang yang berpuasa.
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat tentang Menyambut Ramadhan(zhd)