Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

4 Tipe Masyarakat Muslim Sambut Ramadhan, Kamu yang Mana?

fajar adhitya Ahad, 20 Februari 2022 - 09:07 WIB
4 Tipe Masyarakat Muslim Sambut Ramadhan, Kamu yang Mana?
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Bulan Ramadhan atau bulan puasa adalah bulan yang dinanti-dinantikan. Umat Islam senantiasa merindukan Ramadhan, baik karena suasana yang berbeda maupun sebagai bulan di mana Allah melipatgandakan amal ibadah.

Prof Dr Mustafa As Siba'i dalam "Hikmah dan Falsafah Puasa" menguraikan empat tipe masyarakat muslim dalam menyikapi bulan suci Ramadhan. Berikut uraiannya dikutip buku Tarhib dan Amaliyah Ramadhan karya M Ridwan Yahya.

1. Ramadhan adalah Bulan Ibadah

Sebutan lain untuk Ramadhan adalah Syahrul Ibadah atau Bulan Ibadah. Sebab pada bulan kesembilan Hijriah ini antusiasme umat Islam dalam beribadah cenderung bergairah.

Baca Juga: Rasul dan Ramadhan, Sambutan Suka Cita dan Gemuruh Spiritual

Mereka yang benar-benar meyakini keistimewaan Ramadhan sebagai bulan ibadah tidak akan menyia-nyiakan momentum tahunan ini. Hari-harinya dihiasi dengan memperbanyak ibadah sunnah, menjaga ibadah wajib sekaligus meningkatkan kualitasnya.

2. Bulan Musiman

Nuansa Ramadhan yang dipenuhi tradisi memang selalu dirindukan, seperti suasana Tarawih, ngabuburit, adanya program televisi khusus Ramadhan, kuliner khas, dan semacamnya. Momen seperti ini tidak ada pada bulan-bulan lainnya.

Mereka yang masuk dalam tipe ini cenderung menjadikan Ramadhan sebagai bulan seremonial. Yang lebih parah, menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat, berpanjang tidur, tidak bergairah dengan alasan puasa, ngabuburit tak bermanfaat.

3. Ramadhan sebagai Bulan Lapar

Orang yang hanya memandang Ramadhan sebagai bulan lapar tidak mampu ditahan oleh perutnya, dan bulan haus yng tidak mampu ditahan oleh kerongkongannya. Mereka sangat tidak berkeinginan untuk tidak berpuasa, tetapi mereka sembunyikan dihadapan orang lain.

Baca Juga: Pesona Masjid Jami Al Fajri, Nikmati Ibadah Ramadhan Seperti di Turki

Lebih parah, mereka terang-terangan masuk ke rumah makan dan menyantap hidangan dengan lahapnya. Mereka merasa biasa saja dengan sikapnya yang mengabaikan kewajiban agama bahkan makan dan minum secara terang-terangan.

4. Ramadhan sebagai Penghalang

Yakni orang yang memandang Ramadhan hanya sebaai penghalang yang tidak ada manfaatnya. Bagi mereka, Ramadhan tidak lebih dari tradisi keagamaan yang tidak punya arti dan karenanya tidak perlu dipertahankan.

Mereka sengaja tidak berpuasa, bahkan mereka melakukannya dengan cara terang-terangan tanpa rasa malu dan berbangga. Bahkan, mereka sering mengejek dan mengolok-olok orang yang berpuasa.

Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat tentang Menyambut Ramadhan

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)