Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Rasul dan Ramadhan, Sambutan Suka Cita dan Gemuruh Spiritual

Muhajirin Kamis, 17 Februari 2022 - 15:00 WIB
Rasul dan Ramadhan, Sambutan Suka Cita dan Gemuruh Spiritual
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Sirah Nabawiyah, Ustadz Asep Sobari, menyebut Rasulullah mempersiapkan diri secara maksimal tiap menyambut bulan suci Ramadhan. Persiapan rasul tak hanya bersifat jasmani, namun paduan jasmani dan rohani.

Oleh karena itu, ia disyariatkan paling akhir di antara ibadah wajib lainnya. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan baru berlaku pada tahun kedua hijriah. Saat itu, umat Islam dalam kondisi yang sulit. Mereka baru saja memulai kehidupan baru di Kota Madinah.

Bagi Rasulullah dan umat Islam, Ramadhan adalah momentum yang sangat mahal sekali. Ini karena bulan agung tersebut adalah musim segala kebaikan. Suka cita dan kebahagiaan, mengiring mereka semua dalam menyambut kehadiran bulan mulia ini.

"Ramadhan pertama pada tahun kedua hijriah disambut dengan suka-cita, dengan gemuruh spiritual yang sangat luar biasa," kata Asep melalui kanal YouTube Sirah Community Indonesia, dikutip Kamis (17/2/2022).

Saat kewajiban itu turun kepada baginda Nabi Muhammad, umat Islam sedang menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka harus berjalan begitu jauh, sekitar 150 km lebih, ke luar kota Madinah.

Perjalanan tersebut untuk menyongsong satu titik perjuangan pertama yang sanagt fenomenal dalam sejarah, yakni Perang Badar. Artinya, saat menghadap bulan Ramadhan, mereka menyiapkan kekuatan rohani dan jasmani untuk meraih kebaikan puncak.

"Kebaikan puncak mereka yang pertama kali adalah kemenanan besar di bulan Ramadhan. Ramadhan selalu disambut kebahagiaan yang tidak terhingga, mereka selalu diliputi oleh suka-cita yang tidak bisa diukur oleh perasaan manusia biasa," ucap Asep.

Euforia itu karena umat Islam melihat Ramadhan sebagai panggilan dari Allah Ta'ala untuk beriman. Panggilan ilahi itu untuk orang-orang beriman, maka dengan iman itulah mereka menyambut kebahagiaan ramadhan.

Rasul dan 9 Ramadhan

Asep mengatakan, ada sembilan Ramadhan yang dijalani Rasulullah SAW bersama umat Islam di Madinah. Ramadhan selalu memberikan kerinduan yang mendalam bagi mereka. Setiap Ramadhan tiba, beliau menjadikannya sebagai momentum termahal dan paling berharga untuk mencapai puncak kebaikan.

"Maka, kita melihat bahwa kaum muslimin dalam menjalani bulan Ramadhan selama sembilan tahun itu dengan karya nyata dan besar yang mereka raih," ucap Asep.

Di tahun pertama, ketika bulan suci Ramadhan tiba pada tahun kedua Hijriah, umat Islam meraih kemenangan dalam Perang Badar. Pada tahun ketiga Hijriah, mereka mempersiapkan diri menjelang Perang Uhud.

Tahun keempat Hijriah dan tahun kelima berikutnya, Rasulullah dan umat Islam mempersiapkan diri untuk memenangkan perang Ahzab di Madinah. Tahun keenam Hijrah, Rasulullah dan umat Islam mempersiapkan diri untuk satu perjalanan besar untuk pertama kalinya.

"Mereka membuktikan kekuatan setelah mampu menjadikan Madinah sebagai pijakan yang kokoh dalam menunjang dakwah Islam, sehingga terjadilah yang kita ketahui dengan Peristiwa Hudaibiyah setelah bulan Ramadhan," ucap Asep.

Di tahun ketujuh Hijrah, mereka bersiap untuk murah qadha. Setahun setelah itu, Ramadhan menjadi sangat luar biasa dan fenomenal karena umat Islam menyambut Fathul Makkah. Tahun kesembilan hijrah, umat Islam melakukan persiapan untuk haji pertama.

Pada tahun kesepuluh Hijrah adalah Ramadhan terakhir bagi Rasulullah. Ramadhan yang paling bersejarah. Saat itu, Jibril turun dua kali di bulan Ramadhan untuk menyimak Al-Qur'an bersama Rasulullah.

"Itu sekaligus penanda, isyarat yang dipahami oleh Rasulullah bahwa itu adalah masa-masa yang sudah mendekat ajal beliau. Ramadhan selalu memberikan kesan yang sangat luar biasa bagi kaum muslimin, Rasulullah, dan lara sahabat terutamanya pada masa mereka," ucap Asep.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)